Lubukbasung, KABA12.com — Rian (22) petugas pemetik durian asal Lubuk Aluang, Padang Pariaman, menerima upah sekitar Rp1,2 juta per hari saat musim durian.
Hal itu diungkapkan Rian, Minggu (9/8), upah Rp1,2 juta per hari itu diterima saat buah durian cukup lebat dan apabila buah durian sedikit hanya Rp300 ribu per hari, karena upah memetik durian tergantung jumlah yang diturunkan dan upah Rp1.000 per buah.
Ia mengatakan, upah itu dikumpulkan dan sebagian digunakan untuk membayar cicilan sepeda motor dan membantu orang tua.
Rian berprofesi sebagai pemetik buah durian setelah tamat SMP pada 2010 dan memetik durian tidak hanya di Sumbar, melainkan di Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Sumatera Utara, Aceh dan Lampung.
Ia mengakui, dalam memetik buah durian ini mental yang diminta, karena pohon durian cukup tinggi mencapai 150 meter. Selain itu, buah durian pada umumnya berada pada bagian ujung dahan dan pohon durian juga tempat bersarang tawon.
“Saya harus teliti dulu sebelum memanjat dan apabila ada tawon harus diusir sebelum buah durian dipetik menggunakan alat dan diturunkan dengan keranjang,” katanya.
Sementara pedagang Pengumpul Durian di Lubukbasung, Salwin (52) menambahkan Rian sangat cepat memetik buah durian dan membutuhkan waktu hanya satu jam untuk memetik 200 buah durian.
“Saya memakai jasanya semenjak 2010 dan tanpa bantuannya saya kewalahan dalam memenuhi permintaan dari pedagang di Jakarta,” katanya.
(Jaswit)
