Kaba Agam

Pertama Dalam Sejarah Kampuang Baru, Warga Bersyukur, Sembelih Hewan Qurban Mandiri

Lubukbasung,kaba12 — Pertama dalam sejarah warga Kampuang Baru. Sejak 14 tahun terakhir, kawasan itu dijadikan perkampuangan penduduk, baru saat hari raya Idul Adha1445 Hijriah tahun ini, warga setempat akan menggelar pemotongan hewan qurban secara mandiri.

Sebelumnya, bersama warga lain di RK Sungai Jariang, warga Kampuang Baru hanya melaksanakan kegiatan pemotongan hewan Qurban di tempat lain, sementara dalam kawasan berpenduduk 60 KK itu, belum pernah digelar pemotongan hewan Qurban.

Aspirasi itu dijawab lugas camat Lubukbasung Ricky Eka Putra yang Rabu kemarin, yang menyebutkan pihaknya bersama beberapa tokoh masyarakat sudah menyiapkan 1 ekor sapi qurban yang akan dipotong di Kampuang Baru, “ kita sudah bersepakat dengan 7 orang peserta qurban, yang menyetujui 1 ekor sapi itu akan diserahkan untuk warga setempat mengelola dan membaginya sesuai syariat agama Islam. Alhamdulillah, aspirasi warga kita respon, “sebut Ricky Eka Putra.

Pihaknya berharap, pemotongan hewan qurban di Kampuang Baru, makin memperkokoh silaturrahmi dan kebersamaan dalam masyarakat, mengingat hakikat pemotongan hewan qurban sepenuhnya adalah untuk memperkuat jalinan silaturrahmi dalam beribadah.

Warga Kampuang Baru yang mendapat penjelasan dari camat Lubukbasung itu, spontan mengungkap syukur. Bahkan RT Kampuang Baru bersama ketua RK Sungai Jariang, langsung menyebut pihaknya bersama warga siap melaksanakan kegiatan pemotongan hewan qurban tersebut di Kampuang Baru.

Direncanakan, prosesi pemotongan dan doa bersama, sekaligus makan siang silaturrahmi akan dipusatkan di mushalla Bahitul Huda, bahkan menurut Zulfian, ketua RK Sungai Jariang, pihaknya bersama ketua RT dan para pemuda setempat akan segera membentuk panitia dank upon yang akan dibagikan untuk warga.

“ Alhamdulillah, kita akan siapkan prosesi penyembelihan dan doa bersama warga. Kami berharap, moment bersejarah bagi warga Kampuang Baru itu, bisa berlangsung semarak dengan kegiatan kebersamaan dan ibadah, karena warga juga shalat hari raya Idul Adha di mushalla Bahitul Huda, “sebut Zulfian.

(HARMEN)

0Shares
To Top