Permainan Anak Nagari Minangkabau Kembalikan Budaya Tradisional

Bukittinggi, KABA12.com — Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) kota Bukittinggi didukung penuh pemerintah kota, menggelar festival permainan anak nagari Minangkabau, di lapangan Wirabraja Bukittinggi.

Kegiatan yang dibuka langsung Walikota ini, dilaksanakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu (19- 20/10).

Ketua panitia, Iskandar DT. Lelo Kayo, menjelaskan, festival permainan anak nagari Minangkabau ini, terselenggara atas dukungan Kemenpora dan juga pemerintah kota Bukittinggi, dimana, pemerintah pusat telah membuka pintu kepada lembaga adat dan pemerintah daerah, untuk melaksanakan permainan tradisional.

“Kesempatan itu, tentunya kita manfaatkan secara maksimal untuk menyelenggarakan festival permainan anak nagari Minangkabau di Bukittinggi. Acara ini didukung dengan dana dari Kemenpora sebesar Rp 75 juta, pokir anggota DPRD Bukittinggi atas nama Dedi Fatria melalui Disparpora sebesar Rp 50 juta dan juga dana LKAAM Bukittinggi sendiri,” jelasnya.

Kegiatan ini, diikuti 61 sekolah dasar dan 19 SMP se Bukittinggi. Tujuannya, untuk lebih mengenalkan permainan anak nagari Minangkabau kepada generasi muda. Festival permainan anak nagari ini dilaksanakan dalam tiga kategori, kategori SD, SMP dan umum se Sumatra Barat.

Untuk tingkat SD, dilaksanakan permainan lore, congkak, tarompa sayak, tangkelek panjang. Untuk kategori SMP, dilaksanakan permainan engrang, galah, kampar dan patok lelel. Sedangkan kategori umum se Sumbar, dilaksanakan permainan gasiang.

Ketua LKAAM Bukittinggi, Syahrizal DT. Palang Gagah, menyampaikan, festival permainan anak nagari Minangkabau, dilaksanakan dalam rangka melestarikan adat budaya Minangkabau, khususnya permainan tradisional.

“Kegiatan ini membawa kita kepada memori masa lalu. Pemikiran seperti ini dalam LKAAM Bukittinggi sudah lama direncanakan. Ada 20 permainan tradisional Minangkabau, namun untuk saat ini, kita laksanakan 9 permainan selama dua hari. Permainan tradisional ini mengajarkan banyak hal dan juga membentuk kepribadian generasi muda yang peduli sesama serta bersikap sportif dalam berolahraga,” ujar Ketua LKAAM Bukittinggi.

Permainan tradisional ini diharapkan dapat mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda, yang memiliki manfaat dalam membentuk kepribadian mereka.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengapresiasi pelaksanaan festival permainan anak nagari Minangkabau ini. Dimana, kegiatan ini tentunya menjadi salah satu upaya LKAAM dan juga pemerintah untuk mengantisipasi efek negatif dari perkembangan teknologi saat ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada LKAAM yang ikut memikirkan dan memberikan perhatian terhadap permainan tradisional ini. Sekarang kehidupan kita diselimuti gadget, banyak generasi muda yang menghabiskan waktu dengan gadget dan lupa dengan permainan tradisional yang mendekatkan diri mereka dengan lingkungan sekitar. Dengan kegiatan ini, tentunya kita harapkan dapat mengurangi kegiatan generasi muda untuk bermain gadget dan mengenalkan generasi muda dengan permainan tradisional Minangkabau,” ungkap Ramlan.

Wako mengakui, kegiatan ini sangat positif dan sejalan dengan program pemerintah seperti sekolah keluarga, dalam upaya mempertahankan adat budaya Minangkabau.

(Ophik)

0Shares