Peremajaan, 10.000 Bibit Kelapa Varietas Dalam Siap Disalurkan

Lubukbasung, KABA12.com — Pemprov. Sumbar salurkan 10.000 bibit Kelapa varietas dalam bagi masyarakat Kabupaten Agam. Pendistribusian bibit tersebut dalam rangka percepatan perkembangan nagari melalui program Nagari Mandiri Pangan yang telah diluncurkan Pemprov Sumbar sejak 2017 lalu.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Agam Zufren pada KABA12.com mengatakan bantuan bibit kelapa tersebut merupakan lobi Bupati Agam Indra Catri kepada Dinas Pangan Sumatera Barat untuk pengadaan 10.000 bibit kelapa varietas dalam. Menurut Bupati, saat ini kelapa dalam sudah mulai menghilang, karena harganya yang tinggi, sehingga hal itu berdampak pada hilangnya ilmu dan kepandaian putri Agam untuk merandang, memasak gulai, kalamai dan yang masakan lainnya yang berbahan dasar kelapa, untuk itu memang dibutuhkan sekali peremajaan kelapa dalam ini.

Zufren menyebutkan 10.000 bibit kelapa itu nantinya akan dibagikan ke enam kecamatan seperti, Palembayan, Ampeknagari, Lubukbasung, Tanjungmutiara, Palupuh dan Malalak.

“Enam kecamatan itu merupakan penghasil terbesar kelapa varietas dalam, dan ada indikasi jumlahnya makin berkurang karena kelangkaan kayu, karena banyak orang bikin papan di sawmill mengolah batang kelapa, jadi dikhawatirkan 10-15 tahun kedepan kelapa dalam akan menjadi langka, untuk itulah pak bupati punya program peremajaan kelapa dalam ditargetkan insya Allah bisa mencapai satu juta, masing masing rumah punya minimal dua batang,” ujarnya.

Namun untuk tahap awal pendistribusian bibit kelapa jelas Sekretaris Distan Agam akan difokuskan pada masyarakat tani yang memiliki lahan dan rumah tangga yang telah memiliki pohon kelapa varietas dalam berusia sudah tua.

“Indikatornya batang kelapa yang dimilki keluarga tersebut sudah sangat tinggi, selanjutnya baru kita kembangkan, dan diharapkan dua atau tiga tahun ini target bisa kita capai, dan bupati berharap ini bukan hanya sebatas program, tapi ini adalah gerakan. Kalau program dibatasi oleh kegiatan dan anggaran, tapi kalau gerakan sifatnya terus menerus dan kita berharap ini hanya berupa pancingan kepada masyarakat, selanjutnya masyarakat juga mau membibitkan kelapanya, minimal 2 per rumah tangga. Bisa dibayangkan nantinya, bisa bisa kita kembali fokus ke kelapa dibanding sawit yang harganya kadang jauh dari harapan petani,” jelas Zufren.

Ditambahkan, terkait dengan program Nagari Mandiri Pangan, di Kabupaten Agam pada tahun 2018 sudah memiliki delapan Nagari Mandiri Pangan, yaitu Kototinggi Kecamatan Baso, KotoTangah Kecamatan Tilatangkamang, Sungaitanang Kecamatan Banuhampu, Duokoto Kecamatan Tanjungraya, Sipinang dan III Koto Silungkang Kecamatan Palembayan, Nantujuah Kecamatan Palupuah, dan Malalak.

“Selanjutnya, pada tahun 2019 Dinas Pertanian Provinsi Sumbar dan Kabupaten Agam akan mengadakan bibit kelapa varietas dalam untuk lahan seluas 200 Ha. Semoga niat baik pemerintah ini bisa terwujud dengan kebersamaan dan kekompakan aparatur dan masyarakat,” harapnya.

(Jaswit)

0Shares