Bukittinggi, KABA12.com — Walikota Bukittinggi audiensi dengan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Bukittinggi beserta Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bukittinggi. Audiensi berlangsung pada Senin (25/11) di Ruang Kerja Walikota Bukittinggi.
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Bukittinggi, Ilham Nur Shadik, mengatakan, Pemuda Muhammadiyah merupakan organisasi otonom di lingkungan Muhammadiyah yang merupakan gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi mungkar di kalangan pemuda, beraqidah Islam, dan bersumber pada al-Quran dan Sunnah Rasul. Organisasi ini didirikan dengan maksud dan tujuan untuk menghimpun, membina, dan menggerakkan potensi Pemuda Islam serta meningkatkan perannya sebagai kader untuk mencapai tujuan Muhammadiyah.
“Termasuk di Bukittinggi. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Bukittinggi telah mulai berkiprah untuk pengembangan sumber daya manusia lewat berbagai kegiatan, melalui pembekalan dan pengkaderan. Menurut rencana akhir Januari 2020 akan mengadakan silaturrahim akbar Pemuda Muhammadiyah, untuk memperkuat ukhuwah, juga sebagai Pembukaan Baitul Arqam Dasar, untuk menghidupkan kembali ranting-ranting. Saat ini pimpinan ranting pemuda muhammadiyah belum ada, baru ada pimpinan cabang. Selanjutnya Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah juga telah melakukan pemberdayaan ekonomi. Antara lain menanam jahe, ternak ikan lele dan peternakan kambing. Sehingga Pemuda Muhammadiyah tidak hanya berilmu tapi juga stabil ekonominya,” ujarnya.
Ilham Nur Shadik juga melaporkan bahwa Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumatera Barat dalam waktu dekat akan menggelar Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-16. Kegiatan ini akan berlangsung selama 4 hari, dimulai dari tanggal 19 sampai 22 Desember 2019 di Painan. PWPM Bukittinggi akan ikut serta dengan membawa rombongan 44 orang.
Sementara Huzil Afwa Ketua Pimpinan Cabang IMM mengatakan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah gerakan mahasiswa Islam yang bergerak di bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan kemahasiswaan. Tujuan IMM adalah mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah, termasuk di Bukittinggi.
Huzil Afwa mewakili IMM berkeinginan berdiskusi dengan Walikota Bukittinggi dalam menggerakkan roda organisasi dan bagaimana rencana kerja organisasi kedepan. Pimpinan Cabang IMM Bukittinggi pun berkeinginan mengadakan acara skala nasional mengundang IMM seluruh indonesia, berupa pengkaderan tingkat Madya berskala nasional.
Sementara itu, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan Pemko Bukittinggi sangat mendukung keberadaan Pemuda Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Keberadaan Pemuda Muhammadiyah dan IMM lebih kepada pembinaan generasi muda Islam. Bagaimana mempersiapkan kader berkarakter yang siap menghadapi pertukaran zaman. Banyak persoalan sosial yang dihadapi bangsa saat ini. Pemko telah mencoba mengatasi nya lewat kegiatan Sekolah Keluarga.
“Saat ini peran pemuda sangat dibutuhkan. Pemuda Muhammadiyah diharapkan dapat membuka diri sehingga masyarakat juga dapat merasakan peran pemuda muhammadiyah dalam mengatasi persoalan ditengah masyarakat. Rugi rasanya jika pemuda tidak mau mengambil ilmu dengan mengikuti organisasi. Apalagi sebentar lagi kita akan menikmati bonus demografi yang akan kita terima pada tahun 2030. Kalau tidak kita kelola dengan baik, maka generasi muda yang ada pada masa itu akan gagal,” ujar Ramlan.
Wako juga berpesan kepada Pemuda Muhammadiyah dan IMM agar siap kan diri, keluarkan energi positif, ada ide keluarkan, jangan takut tidak berhasil.
“Usahakan rajin membaca sehingga ilmu bertambah. Jadi pemuda harus punya mimpi sehingga bisa berkembang dan harus diwujudkan. Karena itu dituntut inovasi dalam persaingan dan menghadapi kemajuan zaman seperti saat ini,” ujarnya.
(Ophik)
