Bukittinggi, KABA12.com — Menjelang bulan Ramadan, Pemko. Bukittinggi berupaya menjaga stok sembilan bahan pokok (sembako) di pasaran.
Tak hanya itu, upaya menjaga agar harga sembako tetap stabil juga dilakukan.
Kepala Bidang Perdagangan kota Bukittinggi Alizar mengatakan, fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas harga pangan. Hal tersebut dilakukan dengan menjaga sistem distribusi sembako melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Menjaga stabilitas harga pangan ini fokus TPID terutama menjelang Ramadhan dan lebaran” jelas Alizar, Jumat (05/05).
Alizar menyebutkan, hingga saat ini harga bahan pokok di Bukittinggi masih stabil, dan stok barangpun dipastikan cukup, “kita sudah beritahukan kepada para pedagang untuk menyediakan stok kebutuhan cukup hingga lebaran, sehingga harga jual bahan pokokpun tidak melonjak saat lebaran,” ujarnya.
Dari pantauan harga Diskoperindag Bukittinggi hari ini, harga jual sembako seperti cabe merah keriting naik Rp3.000/kg dari yang biasanya Rp24.000/kg ke Rp27.000/kg, harga bawang naik Rp1.000 yang sebelumnya Rp15.000/kg menjadi Rp16.000.
Sementara harga beras masih stabil diharga Rp13.500/kg, gula pasir dijual dengan harga Rp13.000/kg, minyak goreng curah Rp 9.900/kg.
Menurutnya, harga yang sangat diantisipasikan melonjak naik saat Ramadhan nantinya adalah harga daging sapi lokal, karena saat ini harga daging sapi di Bukittinggi cenderung tinggi dibanding dengan daerah lainnya, diharga Rp130.000. “Kita para pedagang tidak bermain,” harap Alizar.
(Jaswit)
