Pemko Berikan Pembinaan ke Lembaga Kesejahteraan Sosial

Bukittinggi, KABA12.com — Pemko Bukittinggi melalui Dinas Sosial melaksanakan Pembinaan Lembaga Kesejahteraan Sosial. Kegiatan itu dilaksanakan di Aula Badan Keuangan Bukittinggi, Kamis (12/03).

Kepala Dinas Sosial Bukittinggi, Linda Faroza, menjelaskan, saat ini ada 18 lembaga organisasi sosial yang ada di Bukittinggi. Lembaga sosial menurut Linda Faroza merupakan perkumpulan sosial yang diselenggarakan masyarakat, baik berbadan hukum dan tidak berbadan hukum.

Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) sebagai tempat mengadu terkait masalah sosial yang terjadi di Bukittinggi. Berbagai program dilaksanakan guna peningkatan kegiatan sosial melalui kegiatan lembaga ini.

“Keberhasilan peran serta masyarakat nampak lewat lembaga kesejahteraan sosial. Lembaga ini bisa menjadi solusi penanganan masalh sosial di Bukittinggi,” ujarnya.

Pembinaan hari ini menurut Linda Faroza selain untuk bersilaturahmi sekaligus dalam rangka peningkatan peran masyarakat dalam masalah sosial. Peserta berjumlah 125 orang dari Lembaga sosial, organisasi sosial dan yayasan. Termasuk dihadiri oleh Ketua dan pengurus LKS Kota Bukittinggi.Pemateri yaitu Ketua LKKS Kota Bukittinggi dan dari LKKS Provinsi Sumbar.

Ketua LKKS Kota Bukittinggi Yesi Endriani Ramlan Nurmatias mengatakan kota Bukittinggi merupakan kota kunjungan wisata, sehingga beberapa efek negatif nya mempengaruhi permasalahan sosial di Bukittinggi.

Salah satu program yang dilaksanakan Pemko Bukittinggi untuk mengatasi permasalahan sosial adalah sekolah keluarga. Dengan sekolah keluarga menurut Yesi Endriani, ketahanan keluarga dalam menghadapi perkembangan zaman dibentuk dan ditempa. Bagaimana kita bisa peduli dengan lingkungan, ditingkatkan.

Yesi mengakui, saat ini ada pihak yang tidak bertanggung jawab sengaja membuat momen emas bonus demografi tidak kita dapatkan. Dengan program terselubung, mereka menghambat dan membuat sistem untuk menghancurkan budaya, agama, perkeonomian dan kehidupan sosial kita.

“Karena itu, masyarakat dan lembaga kemasyarakatan perlu bergerak bersama bersinergi bagaimana menangkis tantangan itu. Sudah tidak zaman nya lagi kita merasa aman-aman saja. Yang akan hancur adalah generasi penerus kita. Seperti narkoba, LGBT, seks bebas dan hal negatif lainnya. Dengan menghadapi perkembangan zaman saat ini, maka prinsip anakku- anak kita semua, harus diterapkan. Siapa saja anak remaja yang kita temukan harus kita arahkan dan bimbing. Sistem pendidikan tidak hanya sekolah, tapi ada guru, ada orang tua dan msyarakat,” jelas Yesi.

Karena itu Yesi mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut serta bekerja bersama, peduli kepada anak remaja generasi penerus. Terutama remaja putri yang akan melahirkan penerus nantinya. Tidak saja diperhatikan sikap dan tingkah laku mereka, tapi pola makan dan gizinya.

“Tidak hanya ekonomi yang harus kita perhatikan, tapi masalah kesehatan, masalah pola hidup dan gizi harus diperhatikan. Dengan kebersamaan kita, kita sudah menyiapkan senjata menangkis dan melindungi anak kita dari ancaman tersebut. Kalau bukan kita, siapa lagi,” jelas Yesi.

Sementara pemateri yang lain yaitu Indrarefis dari LKKS Propinsi Sumbar dengan materi Penguatan Peran dan Fungsi Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) berdasarkan Permensos RI Nomor 22 Tahun 2016.

(Ophik)

0Shares