Pemkab.Agam Bantah Kas Daerah Kosong, Edi Busti : Itu Hoax

Lubukbasung, kaba12 — Pemerintah Kabupaten Agam bantah isu kosongnya kas daerah kosong seperti yang diberitakan di beberapa media dan media sosial di kabupaten Agam saat ini.

Bahkan, isu terkait seputaran isu mengenai kondisi kas daerah yang disebutkan defisit atau kas kosong adalah tidak benar.

Hal itu ditegaskan Sekab. Agam H. Edi Busti melalui relis yang disampaikan Antono Kabid. Komunikasi -Informasi Diskominfo Agam yang merespon beredarnya informasi sepihak, tanpa konfirmasi pada pemangku kepentingan di Pemkab. Agam terkait kondisi keuangan daerah tersebut.

Dijelaskan, pihaknya prihatin ada pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja menyebarluaskan informasi yang tingkat kevalidannya diragukan dan yang tidak paham dengan manajemen keuangan daerah.

” Kita prihatin akan hal itu, pemberitaan dan informasi yang beredar terkait kondisi keuangan daerah yang diisukan kosong, berita yang disebarkan tanpa konfirmasi dan diluar kaidah jurnalistik, mestinya konfirmasilah, pertanyakan langsung pada pihak-pihak berwenang, jangan menyebar isu yang tak benar, ” sebut Edi Busti kecewa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Drs H Edi Busti, MSi yang dihubungi Kabid. Informasi-Komukasi Diskominfo Agam via ponsel nya di Jakarta itu menegaskan, informasi yang beredar mengenai kas daerah kosong tidak benar dan itu hoaxs.

“Faktanya, cash flow daerah di kabupaten Agam tetap terjaga dengan baik. Meskipun menghadapi beberapa keterlambatan realisasi keuangan pusat – provinsi dan itu hal yang wajar, kami telah mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan kelangsungan keuangan daerah agar tetap seimbang dan dinamis,” jelasnya.

Ditambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu realisasi kurang salur Dana Alokasi Umum (DAU) untuk gaji P3K dari pusat, DBH sawit serta dana bagi hasil dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk Triwulan 3 dan 4 belum disalurkan ke kas daerah kabupaten-kota se Sumatera Barat.

“Saat ini saya sedang di Jakarta koordinasi dalam mempercepat pencairan dana kekurangan salur DAU sebesar Rp 43 Milyar, DBH sawit Rp 9,1 milyar serta dana bagi hasil pajak propinsi sebesar Rp.38 Milyar lagi untuk triwulan 3 dan 4,” jelasnya.

Sekab. Agam itu menegaskan, Pemkab. Agam berkomitmen untuk terus melakukan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, serta terus mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk memastikan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat terus berjalan.

“Langkah-langkah strategis terus dipersiapkan guna menjaga stabilitas keuangan daerah dan memastikan agar kebutuhan segala pihak tetap terpenuhi” tegasnya.

Edi Busti menambahkan dalam menghadapi isu-isu semacam ini, Pemkab.Agam meminta berbagai stakeholders tidak terpengaruh oleh opini yg sengaja dibuat oleh pihak-pihak yang pemberitaanya tanpa konfirmasi kepada pejabat yang berwenang.

“Hal ini perlu kami sampaikan karena ada pihak- pihak yang sengaja membuat opini kurang bagus pada Pemerintah Daerah Kabupaten Agam sehubungan tahun politik saat ini, ” tegasnya.

Disisi lain, Edi Busti meyakinkan pemerintah pusat dan provinsi dalam pekan ini akan menyalurkan seluruh kewajibannya maka beban pembiayaan akan tertutupi,

” Insya Allah minggu ini dana pusat dan propinsi akan di salurkan, ” tegas Edi Busti.

(HARMEN)

0Shares