Duo Koto, KABA12 — Karang Taruna bersama PKK Jorong Pasar Ahad, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam melakukan penggalangan dana untuk korban galodo/banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Agam.
Aksi penggalangan dana tersebut dilaksanakan dengan cara turun ke jalan raya di depan kantor walinagari setempat, Senin (20/5).
Ketua Karang Taruna Nagari Duo Koto, Yogi Firnanda menyebut, penggalangan dana itu dilakukan secara spontan oleh kalangan TP PKK bersama karang taruna untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang.
Aksi sosial ini telah dilaksanakan sejak Rabu (15/5), dengan turun langsung ke jalan dan menghimpun bantuan dari masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan sinergi dari berbagai organisasi di Nagari Duo Koto untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana galodo di beberapa wilayah di Agam,” kata Ketua Karang Taruna Nagari Duo Koto, Yogi Firnanda kepada KABA12, Senin.
Ia menambahkan, hasil penggalangan dana tersebut akan digunakan untuk membeli kebutuhan pokok para korban bencana, seperti sembako, peralatan dapur, peralatan mandi, kebutuhan bayi, dan lainnya.
Selain itu, kolaborasi organisasi bersama Pemerintah Nagari Duo Koto juga menghimpun bantuan dari masyarakat berupa pakaian layak pakai, dan kebutuhan lainnya.

Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan ke sejumlah wilayah yang parah terdampak bencana seperti Kecamatan Ampek Koto, Sungai Pua, Canduang, dan Ampek Angkek.
“Bantuan yang kami kumpulkan akan diserahkan langsung ke posko bencana Kamis (22/5) lusa,” jelasnya.
Ia juga mengajak warga Duo Koto khususnya untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Semoga bantuan yang diberikan nanti dapat meringankan beban para korban,” katanya.
Sebelumnya diberitakan bencana banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada Sabtu – Minggu (11-12/5) lalu. Khusus di Kabupaten Agam, daerah yang parah terdampak bencana meliputi Kecamatan Sungai Pua, Kecamatan Canduang, Kecamatan Ampek Angkek, dan Kecamatan Ampek Koto.
Setidaknya 22 orang warga Agam meninggal dunia akibat bencana tersebut, 1 orang masih hilang, dan 206 orang mengungsi
(Bryan)
