PBM Tatap Muka di Agam, Indra Catri : Kita Tak Ingin Kecolongan

Banuhampu, kaba12.com — Bupati Agam Dr.H.Indra Catri minta seluruh pengelola sekolah untuk mempersiapkan secara optimal perangkat pendukung protokol kesehatan standar covid-19 dalam merealisasikan rencana proses belajar belajar (PBM) tatap muka yang dijadualkan akan digelar Agustus mendatang di kabupaten Agam.

Diharapkan, seluruh unsur terkait di sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan dalam setiap tahapan kegiatan PBM tatap muka di sekolah, sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus corona di fase kebiasaan normal baru yang diterapkan pemerintah.

Hal itu disebutkan Bupati Agam Dr.H.Indra Catri, saat memimpin tim monitoring kesiapan sekolah dalam pelaksanaan PBM tatap muka, Selasa,(21/7) di wilayah kecamatan Banuhampu dan Ampek Angkek.

Dalam monitoring itu, bupati Indracatri sengaja “menyigi” secara detail berbagai perangkat pendukung di sekolah, tidak hanya di kompleks sekolah, tapi juga di ruang belajar siswa, termasuk mempertanyakan sistim yang akan diterapkan sekolah dalam PBM tatap muka fase new normal pada beberapa kepala sekolah yang dikunjungi.

Dalam pernyataannya, mengutip AMC- bupati Agam Dr.Indra Catri menegaskan, secara umum seluruh sekolah menyatakan siap melaksanakan PBM tatap muka, sesuai dengan laporan awal yang diterimanya dari seluruh tim yang turun ke berbagai kecamatan.

Dari hasil pantauan awal tersebut, ulasnya – masih ada beberapa sekolah yang membutuhkan waktu untuk mempersiapkan perangkat pendukung yang wajib disediakan sekolah jika PBM tatap muka dilaksanakan, “ kita berharap, sesuai jadual, dalam kurun waktu 10-15 kedepan, seluruh perangkat protokol kesehatan di seluruh sekolah di kabupaten Agam sudah disiapkan, “ tegasnya.

Diyakinkan Indra Catri, pihaknya sangat memahami kegalauan yang muncul ditengah masyarakat baik dari kalangan guru, orangtua siswa dan para siswa sendiri, sejak 4 bulan terakhir, terutama sejak pemberlakukan belajar sistim daring dan luring.

Namun, untuk melangkah pada tahapan normal baru, ulas Indra Catri, dibutuhkan kesiapan dan dukungan ekstra dari seluruh komponen yang ada dalam masyarakat, terutama dengan mentaati penerapan protokol kesehatan, “ kita tidak ingin kecolongan, perlu kesiapan dan kewaspadaan ekstra semua pihak, agar anak-anak terjamin aman dari virus corona saat PBM tatap muka berlangsung, “ tegasnya.

Ditambahkan bupati Agam iut, hingga kini kabupaten Agam masih dalam zona kuning, karena masih ada 1 warga Agam yang menjalani perawatan karena positif terinfeksi covid-19, diharapkan pasien yang masih menjalani perawatan itu bisa segera sembuh dan kabupaten Agam bisa masuk dalam zona hijau, sehingga awal Agustus mendatang, kegiatan PBM tatap muka bisa dipertimbangkan dilaksanakan, tahap awal untuk SMP-SMA sederajat.

HARMEN

0Shares