Lubukbasung,kaba12 — Prof.Dr.H.Fauzi Bahar Dt.Nan Sati, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat minta kalangan ninik mamak untuk menyelamatkan anak-kemenakan dari ancaman era global yang berpotensi merusak tatanan adat dan budaya Minangkabau.
Dampak era kemajuan tekhnologi informasi jika tidak diantisipasi dengan kuat, akan berpengaruh buruk terhadap moral dan integritas para generasimuda, apalagi jika tidak dibangun tameng kuat berlandaskan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Harapan itu disampaikan Ketua LKAAM Sumbar yang memimpin pati ambalau ( pengukuhan ) Pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kampuang Pinang periode 2024-2029 di Balairung Mesjid Raya Kampuang Pinang Minggu, (6/4).
Pati ambalau Pengurus KAN Kampuang Pinang periode 2024-2029 masing-masing Drs.H.Terni Zein Dt.Tambijo, selaku Ketua, Ir.Zuzarmen Dt.Gampo Malayu, Wakil Ketua, Zommi Dt.Nan Labiah sebagai Sekretaris, Armen Dt.Rajo Mudo sebagai Wakil Sekretaris, dan Zulkarnain Dt.Sinaro Nan Kuniang sebagai Bendahara bersama jajaran pengurus lainnya itu disaksikan Gubernur Sumbar diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Dr.Defrinal Arifin, Kepala DLH Agam Afniwirman, Camat Lubukbasung Ricky Eka Putra, Wali Nagari Kampuang Pinang Roni, dan ratusan tokoh masyarakat, bundo kanduang dan perantau yang sengaja hadir dalam kegiatan yang dikemas dalam Alek Nagari Kampuang Pinang itu.

Ditambahkan Fauzi Bahar Dt.Nan Sati, saat ini tantangan yang harus dihadang masyarakat Minangkabau sangat beragam, bahkan datang di berbagai aspek, sehingga butuh upaya antisipasi bersama seluruh elemen yang ada dalam masyarakat.
Disebutkan, progul bupati Agam bangkik dari surau, menjadi salah satu poin penting yang mesti didukung bersama seluruh elemen yang ada, pasalnya program itu merupakan salah satu upaya antisipasi dampak era global yang dikuatirkan akan berpengaruh pada generasi masa depan, khususnya anak-kemenakan, jika tidak dibarengi langkah-langkah nyata.
“Upaya bersama membangun kepedulian, perhatian dan kebersamaan menjadi kunci penting dalam mendorong eksistensi ninik mamak dalam menyelamatkan anak-kemenakan dari ancaman negative kemajuan zaman, “ulasnya.
Secara khusus, Fauzi Bahar Dt.Nan Sati , mengaku optimis Nagari Kampuang Pinang yang dengan semua elemen yang ada, akan mampu menjawab hal itu, apalagi dengan peran semua lini termasuk perantau yang diyakini akan menjadi kekuatan penting dalam mendorong kemajuan nagari sesuai filosofi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Moment pati ambalau pengurus KAN Kampuang Pinang yang dirangkai dalam alek nagari itu, digelar selama dua hari yang diawali dengan diskusi dengan pemateri dari berbagai tokoh terkemuka di Sumbar, yang direspon luar biasa warga setempat, dibuktikan Minggu, (6/4), ribuan warga sengaja hadir menyemarakkan pati ambalau dan halal bi halal Nagari Kampuang Pinang dalam rangkaian hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah itu.
(HARMEN)
