Lubukbasung, kaba12 — BMKG cabut peringatan potensi tsunami pasca gempa berkekuatan MG7,3 yangt terjadi Selasa,(25/4) pukul 03.03 WIB, yang terjadi di 177 km Barat Laut Kepulauan Mentawai dengan kedalaman 84 KM.
Pencabutan peringatan potensi itu sesuai siaran Pers dan informasi BKMG pukul 03.54 WIB, yang disebarluaskan ke berbagai lini media sosial.
Sementara informasi yang diperoleh di berbagai daerah, baik di Mentawai, Pasaman, wilayah Kabupaten Agam dan Pesisir Selatan, saat banyak warga yang memiliki mengevakuasi diri ke lokasi yang lebih aman, terutama di ketinggian, sampai kondisi betul-betul aman.
Informasi yang diperoleh kaba12 di wilayah perairan laut Tiku, dilaporkan warga air di sepanjang sempat surut, namun warga di beberapa kawasan terlihat masih memantau perkembangan situasi, “ mudah-mudahan tidak ada hal yang luar biasa, kami semua bersiaga disini, “ ungkap warga Masang, Nagari Tiku V Jorong, kecamatan Tanjung Mutiara, menjawab kaba12.
Sementara, menyikapi perkembangan kondisi dan update informasi dari BMKG dengan dicabutnya peringatan potensi tsunami pasca gempa MG 7,3 yang terjadi, Asisten I Sekab.Agam yang bersama kaba12 memantau perkembangan pasca gempa tersebut, meminta camat Tanjung Mutiara menjelaskan pada masyarakat tentang perkembangan tersebut.

“ Jelaskan pada masyarakat untuk tidak panic dan resah, kembalikan pada ke kediaman masing-masing, namun tetap waspada, “ sebutnya.
Asisten I Sekab.Agam itu bersama kepala BPBD Agam Bambang Warsito, bahkan langsung meminta seluruh camat yang berada di kawasan tepian pantai dan merasakan getaran gempa di wilayah kabupaten Agam untuk tetap memonitor dampak gempa yang terjadi, khususnya mendata kemungkinan adanya kerusakan dan dampak lain.
“ Kami minta seluruh jajaran pemerintahan untuk siaga, bantu jelaskan pada masyarakat agar jangan panic, kita terus memantau perkembangan di lapangan, “ sebutnya.
HARMEN
