Tiku, kaba12 — Dampak gempa kuat yang mengguncang wilayah Sumatera Barat, dengan kekuatan MG 7,3 dengan pusat gempa 117 km Barat Laut Kepulauan Mentawai dengan kedalaman 84 km yang terjadi Selasa, (25/4) pukul 03.03 WIB, membuat warga yang berkemukim di sepanjang bibir pantai kecamatan Tanjung Mutiara mengungsi.
Informasi yang diperoleh kaba12, dari Irwansyah, warga Pasia Tiku, Nagari Tiku Selatan, kecamatan Tanjung Mutiara, pasca gempa yang berdurasi cukup lama itu, seluruh warga termasuk dirinya bersama keluarga langsung berlari untuk mengungsi ke wilayah Sungai Nibung melalui jalur jalan evakuasi yang ada.

Hingga pukul 04.20 WIB, Irwansyah bersama keluarga dan ratusan warga yang rumahnya berada di sepanjang pantai Pasie Tiku memilih bertahan di kawasan Sungai Nibuang sampai kondisi betul-betul aman, walau kaba12 sudah menyampaikan informasi terkini BKMG menyatakan bahwa peringatan potensi tsunami sudah dicabut.
Kondisi serupa diinformasikan warga di wilayah Tiku V Jorong yang memilih bertahan di lokasi yang lebih tinggi sampai kondisi betul-betul aman, “ mudah-mudahan dalam 2 jam kedepan, kondisi sudah betul-betul aman, “ sebut beberapa warga kepada kaba12.
Sementara menyikapi perkembangan pasca gempa yang sebelumnya diperingatkan berpotensi tsunami, mayoritas warga di wilayah nagari Tiku Selatan, yang berada di garis pantai Tanjung Mutiara, memilih mengungsi ke wilayah Sungai Nibuang dan Cacang Tinggi yang berada di kawasan yang cukup tinggi.

Bahkan, camat Tanjung Mutiara Edo Aipa Pratama sudah berada di kompleks mesjid Jamik Cacang Tinggi, Nagari Tiku Utara bersama warga Pasia Tiku yang menggungsi, termasuk rumah tahfidz Baitul Quran Cacang Tinggi sengaja dibuka untuk menampung para pengungsi, “ kita sengaja membuka rumah tahfizd untuk menampung para pengungsi, “ sebut Buya Rahman mejawab kaba12 yang bersama keluarganya ikut mengungsi ke Cacang Tinggi pasca guncangan gempa.
Sementara Camat Tanjung Mutiara, Edo Aipa Pratama di mesjid Jamik Cacang Tinggi menyebutkan, mayoritas dari kawasan pantai Pasie Tiku sudah mengungsi ke wilayah nagari Tiku Utara, khususnya di Cacang Tinggi dan Sungai Nibuang.
Warga disebutkan memilih bertahan di beberapa lokasi pengungsian bersama keluarganya sampai kondisi betul-betul aman, “ warga memilih bertahan hingga usai shalat subuh di lokasi pengungsian, saat ini kita sudah siapkan beberapa lokasi, dibantu masyarakat setempat, “ungkap Camat Tanjung Mutiara itu.
HARMEN
