Maninjau, kaba12 — Pemkab.Agam buka posko induk penanganan dampak bencana Kecamatan Tanjung Raya di kantor camat di Maninjau, mengingat wilayah yang terdampak bencana longsor dan banjir bandang melanda 3 nagari masing-masing Nagari Koto Malintang, Nagari Tanjung Sani dan Nagari Sungai Batang.
Sejak Jumat, (14/7) posko induk penanggulangan dampak bencana sudah mulai beroperasi dan menerima pasokan bantuan dari berbagai pihak. Sementara di titik-titik lokasi terdampak, direncana akan dibuka posko khusus untuk menyangga operasional lapangan, sesuai instruksi BPBD Agam.

Hal itu disebutkan Camat Tanjung Raya Roza Syefridienti menjawab kaba12, Sabtu, (15/7) terkait dengan upaya taktis penanganan yang akan dilakukan, mengingat proses tanggap bencana sudah berjalan.
Disebutkan, pihaknya untuk tahap awal sudah merangkum data jumlah warga terdampak, dan titik longsor yang terjadi, bekerjasama dengan unsur Forkopimca Tanjung Raya untuk memudahkan berbagai pihak untuk menyalurkan bantuan untuk warga terdampak, “ kita menunggu instruksi lebih lanjut dari pimpinan daerah dan BPBD Agam terkait operasional posko dan langkah yang akan dilakukan,“ sebut Roza Syefridienti.

Sementara menurut Bambang Warsito, kepala BPBD Agam, pihaknya Jumat, (14/7) malam sudah menggelar rapat internal di BPBD Agam untuk mengatur langkah-langkah penanganan di lapangan, termasuk operasional posko yang akan bekerjasama dengan OPD terkait di lapangan, serta mempersiapkan langkah operasional yang akan dilakukan Sabtu ini.
Disebutkan Bambang Warsito, pihaknya menfokuskan penanganan pencarian 1 korban yang masih belum ditemukan di Jorong Pantas, Nagari Tanjung Sani, dan pembukaan akses jalan yang masih tertutup longsor, karena masih banyak titik yang masih tertimbun material lumpur, batu-batu dan kayu, dengan volume yang cukup besar.
Sementara untuk dukungan operasional dan permakanan Dinas Sosial Agam sudah bergerak sejak Jumat kemarin untuk membantu warga terdampak di berbagai titik, khususnya warga yang rumahnya rusak akibat longsor dan banjir bandang sehingga harus mengungsi ke lokasi lain.
-HARMEN-
