Bayua, kaba12 — Pasca banjir bandang yang melanda wilayah Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, 4 Desember 2023 lalu, tim gabungan BPBD Agam masih terus menggelar proses pembersihan berbagai sarana-prasarana terdampak.
Saat ini, tercatat masih ada sebanyak 69 warga yang mengungsi di kantor Walinagari Bayua, karena rumah mereka hancur dihantam banjir bandang, dampak hujan lebat yang mengguyur wilayah itu sehingga memicu banjir besar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di punggung bukit tersebut.

Kepada kaba12, Bambang Warsito kepala BPBD Agam menyebutkan, proses pembersihan sarana terdampak, termasuk penataan aliran sungai yang tertimbun longsor menjadi prioritas penanganan yang dilakukan tim gabungan dalam masa tanggap darurat bencana banjir bandang tersebut.
Dijelaskan, sesuai instruksi Bupati Agam, saat ini tim gabungan BPBD Agam dari unsur TNI-Polri, Satpol.PP-Damkar, KSB, Tagana, PMI, pemerintah nagari, kecamatan dan berbagai elemen masyarakat masih terus melakukan upaya pembersihan dan penataan berbagai sarana terdampak termasuk menggunakan alat berat untuk membersihkan material banjir bandang yang menimbun badan jalan dan sarana warga.

Ditambahkan, sesuai jadwal, masa tanggap darurat bencana banjir bandang Sungai Rangeh akan berakhir tanggal 22 Desember mendatang, dimana khusus untuk penataan kawasan terdampak masih akan terus berlanjut, termasuk penanganan warga yang masih mengungsi, “ kita berupaya bersama tim gabungan untuk segera menuntaskan pembersihan sarana terdampak bencana banjir bandang Sungai Rangeh, “ sebut Bambang Warsito.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12, pasca dilanda musibah banjir bandang, warga yang rumahnya hancur dan rusak akibat hantaman banjir-longsor sengaja diungsikan di beberapa lokasi dan hingga Rabu, (20/12) tercatat masih ada sekitar 69 warga yang bertahan di lokasi pengungsian di kantor walinagari Bayua.-
(HARMEN)
