Bukittinggi, KABA12.com — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui DP3APPKB bersama TP PKK menggelar kegiatan parenting pra nikah / baru menikah dan penyuluhan perkawinan. Kegiatan telah dilaksanakan di tiga kecamatan selama bulan Oktober 2019 ini.
Program penyuluhan perkawinan diberikan kepada pasangan pra nikah dan baru menikah dalam rangka kegiatan KG PKK KKBPK kesehatan 2019. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemko bersama TP PKK untuk mensejahterakan masyarakat dan mengantisipasi timbulnya berbagai persoalan keluarga yang dapat menyebabkan perceraian.
Kasi PUG PP Bidang Kualitas Keluarga DP3PPKB Kota Bukittinggi, Nini Rahmi, menjelaskan, kegiatan Parenting Pra Nikah dan Penyuluhan Perkawinan telah dilaksanakan pada tiga kecamatan. Untuk kecamatan Mandiangin Koto Selayan digelar pada ranggal 21-22 Oktober. Kecamatan ABTB dilaksanakan pada tanggal 23-24 Oktober. Sedangkan kecamatan Guguak Panjang digelar pada tanggal 30-31 Oktober 2019.
“Peserta parenting pra nikah ini, merupakan calon pengantin yang akan menikah dalam enam bulan kedepan dan warga yang baru menikah dalam satu atau dua tahun. Untuk tahap awal ini, parenting pra nikah setiap kecamatan, diikuti oleh 30 peserta,” jelasnya.
Ketua TP PKK Kota Bukittinggi, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias, menjelaskan, program parenting pra nikah menjadi salah satu program pengembangan dari sekolah keluarga yang telah dijalankan selama dua tahun terakhir. Bimbingan Parenting Pra Nikah dan Penyuluhan Perkawinan, dilaksanakan untuk memberikan bekal kepada calon pengantin dan pasangan yang telah menikah satu atau dua tahun.
“Parenting Pra Nikah dan Penyuluhan Perkawinan ini diadakan karena masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang tata cara adat dalam melangsungkan pernikahan. Selain itu masih tingginya angka perceraian, masih adanya kematian ibu dan anak dan masih tingginya angka stunting. Semua ini terkait juga dengan hasil dari program Sekolah Keluarga yang telah berjalan,” ungkap Yesi.
Ketua TP PKK menilai, banyak pasangan calon yang akan menikah masih rentan dengan persoalan rumah tangga, karena tidak didasari dengan pra nikah yang matang. Untuk itu, melalui program parenting pra nikah ini, calon pengantin diberikan ilmu agar memperoleh kekuatan dalam menjalani bahtera rumah tangga.
“Kami ingin melihat masyarakat hidup bahagia, terutama pasangan muda yang baru menjalani rumah tangga. Karena dengan kebahagiaan rumah tangga, tentu akan dapat menciptakan keluarga yang berkualitas dan lahirlah anak-anak penerus bangsa yang punya daya saing serta siap menghadapi bonus demografi,” ujar Yesi.
Parenting pra nikah ini, menjadi langkah antisipasi untuk tidak terjadinya masalah keluarga, terutama bagi pasangan muda. Karena dengan masalah yang timbul, jika tidak saling memahami dan segera menyelesaikannya, tentu akan berdampak luas dan menurunkan kualitas keluarga itu sendiri. Parenting pra nikah menghadirkan narasumber dari LKAAM Kota Bukittinggi, Kementrian Agama Bukittinggi, Psikolog, Fasilitator Parenting dan Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi.
(Ophik)
