Koto Kaciak, KABA12.com — Pagelaran Seni Budaya dan UMKM Salingka Danau Maninjau resmi dibuka Bupati Agam Andri Warman diwakili Sekretaris Daerah Edi Busti di los Pasar Raba’a, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Sabtu (29/1) malam.
Acara tersebut turut dihadiri Kacabdin Pendidikan Sumbar Wilayah I, Mardison, Forkopimda, Forkopimca, perwakilan UMSB, walinagari se Tanjung Raya, pelaku UMKM, kesenian, dan undangan lainnya.

Pembukaan acara tersebut ditandai dengan pemukulan ‘Aguang’ (Gong Minang- red) oleh Sekdakab Agam Edi Busti didampingi sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.
Ketua Panitia Fahrul Putra Naswarsih dalam sambutannya mengatakan, pagelaran kesenian tradisional Minangkabau ini mengangkat tema “Musim Batuka Tahun Baganti, Budayo Kito Patahankan Juo”.
Ia menjelaskan, acara tersebut digelar dalam rangka melestarikan nilai-nilai seni dan budaya Minangkabau traditional agar bisa dikenal oleh banyak orang terutama para generasi muda.
“Pagelaran seni budaya dan UMKM ini diikuti oleh perwakilan grup kesenian dan pelaku UMKM masing-masing nagari di Kecamatan Tanjung Raya,” ujarnya.

Ia menambahkan, acara kesenian dan pameran UMKM itu digelar selama dua hari Sabtu dan Minggu (29-30/1).
“Untuk hari pertama kita menggelar acara pembukaan yang diisi dengan beragam atraksi kesenian tradisional Minangkabau. Sedangkan hari kedua, diisi dengan acara seminar adat-budaya, dan UMKM yang menghadirkan narasumber berkompeten di bidangnya,” katanya.
Walinagari Koto Kaciak Syawaldi mengatakan, kegiatan ini terselenggara berkat ide dari Himpunan Mahasiswa Nagari Koto Kaciak (HMKK) bekerjasama dengan Pokdarwis Sirantiah.
“Berkat ide dan tekat yang kuat, Alhamdulillah mereka bisa menggelar acara meriah ini. Kami dari pemerintah nagari tentu sangat mendukung sekali,” ungkapnya.
Secara khusus pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Agam dan seluruh pihak yang telah ikut serta mendukung acara kesenian dan pameran UMKM se Kecamatan Tanjung Raya itu.
Gubernur Sumbar diwakili Kacabdin Pendidikan Wilayah I Mardison menambahkan, pagelaran seni seperti ini merupakan sebuah momentum untuk membentuk karakter generasi muda di era globalisasi.
“Kegiatan ini sangat luar biasa sekali karena ada banyak ilmu dan manfaat yang diambil, seperti kedisiplinan, kejujuran, kemandirian, hingga semangat gotong royong. Sehingga semua itu dapat membentuk karakter generasi muda yang berkualitas,” katanya.
Atas nama Gubernur Sumbar, dirinya sangat mengharapkan acara ini dapat terus berlanjut kedepannya demi melestarikan nilai-nilai seni budaya Minangkabau dan mempersiapkan generasi Indonesia emas di tahun 2045 nanti.
Sementara itu, Sekdakab Agam Edi Busti mengapresiasi pagelaran seni budaya dan UMKM Salingka Danau Maninjau yang digelar di Pasar Raba’a, Nagari Koto Kaciak tersebut. Pihaknya berharap, kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan dalam rangka mempromosikan kesenian khas daerah.
“Atas nama Pemkab Agam kami sangat apresiasi terhadap acara yang digelar sangat meriah ini. Mudah- mudahan ini menjadi agenda tahunan, karena ini adalah sebuah momentum strategis dalam mengembangkan potensi seni, budaya dan pariwisata daerah, sehingga mampu memberi manfaat pada banyak,” kata Edi Busti.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan wadah bagi masyarakat dan generasi muda untuk menampilkan kreasi seni tradisi dan budaya yang dimiliki oleh masing-masing nagari.
“Makanya kita harapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan kedepan. Tentu, dukungan dari dinas terkait sangat dibutuhkan agar pelaksanaannya dapat berjalan secara maksimal,” jelasnya.
(Bryan)
