Nagari Pasia Laweh Petakan Potensi Wisata

Palupuah, KABA12.com — Pemerintah Nagari Pasia Laweh, kecamatan Palupuah, Agam petakan potensi wisata di wilayah itu, sasarannya untuk menggenjot ekonomi masyarakat.

Wali Nagari Pasia Laweh Zul Arfin mengatakan, dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia dibidang pariwisata, pihaknya secara bertahap berusaha  mempromosikan objek-objek wisata yang ada di wilayahnya.

“Ada 10 objek wisata yang akan dijadikan prioritas pembangunan dan pembenahan tahun 2018 nanti. Itu kita upayakan untuk mengenjot perekonomian masyarakat melalui pengembangan potensi wisata yang ada,” sebutnya pada KABA12.com, Sabtu (23/09).

Berkaitan dengan hal itu, pemerintah nagari Pasia Laweh akan bekerjasama dengan anggota DPRD Sumbar Armiati, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga  Agam, serta duta wisata uda uni Agam  mempromosikan potensi wisata tersebut.

“Secara bertahap kami akan menunjang perekonomian masyarakat dengan membentuk sgro wisata Ladang Ateh, membangun outlet pedagang jeruk, membentuk Pokdarwis nagari Pasia Laweh, serta peningkatan UMKM nagari. Semua akan kita bentuk dan promosikan  tanpa harus menghilangkan kearifan lokal,” jelas Zul Arfin.

Program nagari Pasia Laweh dapat respon positif anggota DPRD Sumbar Armiati. Menurutnya, dengan dibenahinya potensi wisata dan  mempromosikannya, akan mengenjot perekonomian masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan baru.

Armiati akan menggunakan anggaran pokok pikirannya sebanyak Rp 200 juta untuk pengembangan objek wisata Aia Terjun Sarasah 3 tingkat di jorong Sungai Guntuang nagari Pasia Laweh.

“Tahun 2017 ini kita akan mengucurkan dana pokir Rp 200.000.000 untuk pembuatan lapangan parkir dan pembukaan infrastruktur jalan menuju lokasi Air Terjun Sarasah 3 tingkat,” sebutnya saat dikonfirmasi KABA12.com melalui pesan Whatshaap, Minggu (24/09).

Politisi Partai Hanura yang anggota  komisi IV di DPRD Sumbar itu menambahkan, akan membantu nagari-nagari menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat, “hal ini tak lepas kerja sama yang baik antara DPRD, gubernur, bupati, camat dan pemerintah nagari sendiri,” ulasnya.

(Jaswit/Harry)

0Shares