Bukittinggi, KABA12.com — Walikota Bukittinggi diwakili Kepala Bapelitbang, Baharyadi, membuka musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat, Rabu (28/02). Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah anggota DPRD, unsur Forkopimda kecamatan, kepala OPD, Niniak Mamak, Bundo Kanduang dan sejumlah tokoh masyarakat perwakilan warga ABTB sendiri.
Camat ABTB, Hendry menjelaskan, sebelum melaksanakan musrenbang kecamatan, setiap kelurahan telah lebih dulu melakukan musrenbang dan dilanjutkan dengan pra musrenbang kecamatan. Dari pra musrenbang itu, dirumuskan 16 kegiatan yang dibahas dalam musrenbang kecamatan ABTB ini.
“Dari 16 kegiatan yang dirumuskan pada pra musrenbang, kita banyak menampung usulan kegiatan di bidang sosial budaya sebanyak 7 poin. Selanjutnya ada 6 usulan bidang infrastruktur dan dua bidang pemerintahan. Selain itu ada satu usulan kegiatan bidang ekonomi yakni, membuat wisata makan bajamba. Kegiatan ini cukup jadi prioritas bagi kecmatan ABTB sendiri,” jelasnya.
Kegiatan sosial budaya menjadi kegiatan yang banyak diusulkan di kecamatan ABTB, diantaranya, pengadaan tanah puskesman Tigo Baleh, beberapa rehab bagian sekolah seperti SDN 07 Belakang Balok, SDN 09 Belakang Balok, SMPN 7 Parik Antang, pengadaan tanah penambahan ruang belajar SDN 03 Pakan Labuah dan kegiatan sosialisasi kelurahan bebas narkoba. Selain itu untuk bidang infrastruktur, terdapat usulan beberapa rehab dan pembangunan trotoar di sejumlah titik dan juga pengadaan tanah untuk tanah pos sektor damkar.
Kepala Bapeltibang, H. Baharyadi mengungkapkan, mekanisme perenacanaan pembangunan daerah dijemput dari kelurahan untuk disinkronkan nantinya dengan RPJMD. Terkait usulan wisata bajamba, Baharyadi mengungkapkan, kegiatan tersebut dinilai akan menjadi salah satu program yang berkemungkinan besar diterima dan dilaksanakan di 2019.
“Setiap rencana kegiatan saat ini sudah harus terdaftar melalui sistem aplikasi e-planning. Sehingga untuk perencanaan pengadaan tanah, harus melalui mekanisme jelas, terutama terkait status tanah. Termasuk kegiatan lainnya. Sementara untuk kegiatan wisata bajamba, dapat diterima karena menjadi prioritas dan sesuai dengan visi misi pemerintah daerah,” ungkapnya.
Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi yang hadir di tengah diskusi musrenbang kecamatan ABTB mengapresiasi bantuan dari warga ABTB, khususnya pemilik tanah yang telah menyerahkan tanahnya untuk pembangunan embung di wilayah Tabek Gadang. Hal tersebut menjadi prioritas tahun 2018 ini dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.
“Pembangunan embung di Tabek Gadang, yang didanai dengan APBN sebesar Rp 38 milyar akan dibangun tahun 2018 ini. Ditargetkan juga selesai tahun ini dan dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan air warga Bukittinggi,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, mewakili anggota DPRD dari dapil ABTB menyampaikan penjelasan pokok pikiran (pokir) anggota dewan. Setiap wakil rakyat diberikan dana pokir sebesar Rp 700 juta rupiah dan apapun rencana kegiatan yang menjadi pokir anggota dewan sudah harus masuk pada 14 Februari lalu.
“Pokir anggota dewan diberikan untuk membantu pemerintah untuk pembangunan kelurahan yang tidak terakomodir dalam musrenbang. Pokir DPRD sudah dikunci pada tanggal 14 Februari, agar tidak ada kegiatan yang naik di tengah jalan. Sehingga proses pekerjaan dan pembangunan daerah dapat terlaksana sesuai aturan dan perencanaan yang susah disusun,” ujarnya.
Musrenbang kecamatan ABTB, dihadiri Wakil Walikota, Irwandi, Ketua DPRD, Beny Yusrial, Anggota DPRD, Rismaidi, Syaiful Efendi, Nursyida, Fauzan Hafiz, forkopimda kecamatan, sejumlah kepala OPD, Lurah, LPM, lembaga swasta tingkat kecamatan, ormas dan perwakilan masyarakat kecamatan ABTB.
(Ophik)
