Kaba Terkini

Bencana Banjir Bandang Picu Dampak Luar Biasa, Total Kerugian Sektor Pertanian Capai Rp17,5 Miliar

Lubukbasung,kaba12 — Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Agam yang berada di kawasan kaki Gunung Marapi di 5 kecamatan masing-masing Kecamatan Canduang, Sungaipua, Ampek Angkek, Banuhampu dan IV Koto picu dampak luar biasa.

Saat ini, tim gabungan penanganan dampak bencana masih melakukan pendataan total kerugian yang dialami Kabupaten Agam, menyusul bencana banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi yang meluluhlantakkan daerah itu Sabtu, (11/5) pekan lalu.

Selain ratusan rumah yang rusak, sarana ibadah, sarana jalan,jembatan, irigasi , sarana pendidikan, dan areal pertanian, galodo yang menghantam 5 kecamatan di kabupaten Agam itu, juga menyebabkan 23 warga meninggal dunia, puluhan luka-luka dan masih ada warga yang dinyatakan hilang.

Khusus data kerugian sektor pertanian yang diperoleh kaba12, Sabtu, (18/5) mencatat dampak kerusakan bidang pertanian dampak bencana yang terjadi Sabtu, (11/5) pekan lalu di 10 kecamatan mencapai lebih dari 323,65 hektar.

Seperti dijelaskan Arief Restu, Kadinas Pertanian Agam, dampak banjir bandang menyebabkan kerusakan parah areal tanaman pangan warga mencapai 303,85 hektar masing-masing di Kecamatan Canduang 28,5 hektar, Kecamatan Ampek Angkek 97 hektar,Kecamatan Sungaipua 26 hekta, Kecamatan Baso 23 hektar, kecamatan Banuhampu 15,75 hektar,Kecamatan IV Koto 5,35 hektar, Kecamatan Kamang Magek 75 hektar, Kecamatan Tilatang Kamang 1,75 hektar, kecamatan Palupuah 31 hektar dan kecamatan Malalak 0,5 hektar.

Kemudian, ulas Arief Restu areal holtikultura yang terdampak mencapai 19,8 hektar dengan rincian di Sungaipua 14 hektar, kecamatan Banuhampu 4,75 hektar, kecamatan IV Koto 0,85 hektar, dan kecamatan Malalak 0.20 hektar, dengan saluran irigasi tersier yang terdampak mencapai 54 unit.

Ditambahkan Arief Restu, ternak warga yang terdampak banjir bandang mencaoai 141 ekor, masing-masing 7 ekor sapi dan kerbau di Kecamatan Ampek Angkek, ternak kambing 8 ekor di kecamatan Ampek, 6 ekor di Sungaipua, dan 120 ekor ayam di kecamatan IV Koto.

“ Total kerugian di sektor pertanian dampak bencana banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi yang terjadi Sabtu, (11/5) lalu itu mencapai Rp.17.542.120.000. Hal itu sudah kami laporkan, dan langkah-langkah penanganan akan dikaji bersama tim gabungan penanganan dampak bencana,”sebut Arief Restu.

Kadinas Pertanian Agam itu menyebutkan, dampak hantaman banjir bandang yang banyak menyebabkan areal pertanian dipenuhi berbagai material baik lumpur, pasir, batu-batu besar dan kayu itu, sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi untuk kegiatan pertanian dalam waktu dekat, karena mayoritas lahan mengalami kerusakan parah, sehingga butuh waktu untuk penanganan dan pembenahan.

(HARMEN)

To Top