Maling Nekad Curi Tas Jamaah di Mesjid Nurul Fallah, Pelaku Diamankan di Polres Agam

Lubukbasung, KABA12 — Warga Lubukbasung resah menyusul aksi-aksi pencurian yang beberapa waktu belakangan marak, tidak hanya di RSUD Lubukbasung, tapi juga di beberapa lokasi lain termasuk di masjid agung Nurul Fallah, Padang Baru, Lubukbasung.

Seperti aksi maling yang menggegerkan jamaah masjid agung Nurul Fallah, Padang Baru, Lubukbasung, Rabu, (8/1) pagi,yang diduga dilakukan DV, seorang warga yang berpura-pura sebagai jamaah bahkan dengan perawakannya yang lugu saat berupaya mengelak dari tuduhan maling yang ditujukan padanya.

Aksi nekad DV, terbongkar saat para jamaah di masjid agung Nurul Fallah Padang Baru, Lubukbasung tengah kyusuk melaksanakan ibadah saat subuh. DV yang diduga sudah berniat melancarkan aksinya, sengaja mematikan lampu dalam masjid dan menyambar tas milik salah seorang jamaah perempuan.

Namun, aksi nekad DV terbongkar, karena ada jamaah yang melihat DV saat menjalankan aksinya. Jamaah yang tidak terima langsung mendatangi pelaku, dan sempat bersitegang, namun pemilik tas bernama Helmi Yeti, langsung bereaksi dengan mengamankan pelaku dan untuk mengantisipasi amukan jamaah, pelaku langsung diserahkan ke Polres Agam untuk diproses lebih lanjut.

Bahkan, para jamaah yang emosi langsung mengabadikan proses penangkapan terhadap pelaku bahkan sudah beredar luas di media social. Saat ini, pelaku menjalani pemeriksaan di Polres Agam.

Pengakuan Nursina, jamaah yang saksi korban aksi nekad DV itu kepada kaba12, dalam menjalankan aksinya DV sengaja mematikan lampu masjid dimatikan saat shalat berjamaah. Saat sujud, tiba-tiba seseorang mengambil tas korban yang diletakan didepannya.

Korban sendiri, melihat tasnya diambil orang tak dikenal, langsung bereaksi, sementara pelaku karena ketahuan langsung kabur, namun berhasil diamankan karena korban bersama para jamaah lain, yang mengetahui kejadian tersebut.

Dijelaskan Nursina, pelaku sempat membuang tas tersebut dan membuka isi dompet dari tas, “Alhamdulillah, isi tas masih utuh dan tidak ada yang hilang,” sebut Helmi Yeti kepada kaba12.

Para jamaah yang emosi langsung menanyai pelaku, dan pelaku DV mengakui bahwa dia yang mencuri tas jamaah tersebut. Pelaku DV langsung diserahkan pada petugas di Polres Agam untuk diproses lebih lanjut.

“Kami minta pelaku diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, karena sangat meresahkan dan mengganggu ibadah para jamaah, “sebut Nursina, yang jadi saksi korban aksi pencurian tersebut.-

Informasi yang diperoleh kaba12, pelaku DV disebut-sebut kerap melakukan aksi pencurian di berbagai lokasi, bahkan sering keluar masuk kantor polisi karena ketahuan melakukan aksi pencurian.

(TAUFIQ/ HARMEN )

0Shares