Kaba Terkini

Mahasiswa ITB Lakukan Penelitian di Kawasan Geopark Sianok-Maninjau

Maninjau, KABA12.com — Sebanyak 4 orang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan penelitian pada kawasan Geopark Sianok -Maninjau di Kabupaten Agam.

Penelitian ini dilakukan untuk menambah data- data baru pada kawasan geopark tersebut.

Dalam penelitian tersebut, mahasiswa Teknik Geologi ITB itu turut didampingi oleh Rudi Yudhistira sebagai penggiat pariwisata Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Koordinator Penelitian Mahasiswa ITB, Fahri menyampaikan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerjasama Pemprov Sumbar melalui Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) dengan Program Studi Teknik Geologi, ITB guna menguatkan data mengenai kawasan Geopark Sianok-Maninjau yang dilalui oleh Sesar/Patahan Semangko.

“Jadi, kita sebagai pihak kedua melakukan penelitian untuk melengkapi data, uji laboratorium, hingga publikasi secara Internasional pada kawasan geopark yang ada di Sumbar yakni Geopark Sianok-Maninjau, Geopark Sawahlunto, dan Geopark Silokek,” ujarnya kepada KABA12.com, Senin (28/11).

Dalam kegiatan ini, pihaknya juga mengunjungi sejumlah tempat di Kabupaten Agam yang memiliki bentang alam yang bernilai, diantaranya Ngarai Sianok (IV Koto), Ngalau Tarang (Kamang Magek), Tarusan Kamang (Kamang Magek), Ngalau Simarasok (Baso), Sarasah Sungai Sariak (Baso), Aia Angek Maninjau (Tanjung Raya), dan Sarasah Pontong (Tanjung Raya).

“Untuk di kawasan Danau Maninjau (Kecamatan Tanjung Raya) ini, kita mengunjungi objek-objek geologi yang unik, termasuk melihat kondisi akses jalan menuju objek tersebut. Sehingga diharapkan akses jalan bagi pejalan kaki bisa dipermudah untuk kedepannya,” ungkapnya.

Usai melakukan penelitian, pihaknya akan membuat laporan hasil kunjungan lapangan tersebut. Selain itu mahasiswa bersama dosen Teknik Geologi ITB nantinya akan mengadakan forum group discussion (FGD) dengan kepala daerah di kawasan geopark, dan pemerintah provinsi.

“Setelah diadakan FGD nanti kita juga akan mengevaluasi data laporan ini. Kemudian diharapkan juga laporan ini bisa dipublikasikan secara internasional sehingga diharapkan juga kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan UNESCO Global,” jelasnya.

(Bryan)

To Top