“Ledakan Baru” di Agam, GTP2 Covid-19 Gelar Rapat Darurat

Lubukbasung, kaba12.com — Penambahan 10 kasus positif covid-19 terbaru, Selasa,(25/8) malam ini dari kluster Jorong Batang Buo, kecamatan IV Angkek, kabupaten Agam, membuat jajaran tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 (GTP2 Covid-19) Agam makin bekerja ekstra.

Bahkan, Selasa malam ini, tim gugus tugas langsung menggelar rapat darurat di posko GTP2 Covid-19 Agam, untuk merumuskan langkah-langkah yang akan diambil menyusul penambahan luar biasa yang terjadi, sejak kasus pandemic covid-19 merebak di kabupaten Agam.

Saat, tercatat sebanyak 84 kasus positif covid-19 di kabupaten Agam, dengan rincian 42 warga menjalani perawatan dan isolasi di beberapa rumah sakit termasuk isolasi mandiri, 39 warga sembuh dan 3 orang warga dinyatakan meninggal dunia, dengan penambahan 6 kasus baru di kecamatan IV Angkek, 3 kasus di IV Koto dan 1 kasus di Baso.

Hingga berita ini ditayangkan, keputusan resmi terkait dengan langkah-langkah yang akan dilakukan terkait dengan perkembangan kasus kluster jorong Batang Buo itu masih belum diperoleh kaba12.com, “ gugus tugas kabupaten Agam masih menggelar rapat, kami masih membahas langkah-langkah penanganan yang akan dilakukan, “ jelas Yosefriawan, Asisten II Sekab. Agam yang juga ketua Satgas Penanggulangan Dampak Ekonomi (PDE) Covid-19 Agam.

Sementara menyikapi perkembangan penambahan kasus baru di kecamatan IV Angkek dan Baso tersebut, camat IV Angkek yang juga plt.camat Baso Yogi Astarian menyebutkan, pihaknya sudah membahas di tingkat kecamatan bersama kepala puskesmas Biaro, kemungkinan langkah yang akan dilakukan menyikapi perkembangan kondisi tersebut.

Namun, menyikapi hasil survei awal, diprediksi jumlah warga yang harus ditracking dan harus menjalani tes swab menyusul kasus baru kluster Batang Buo itu, membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, dan hal itu sudah dilaporkan pada gugus tugas kabupaten Agam dan sudah dibahas dalam rapat khusus Selasa malam ini.

Disebutkan Yogi Astarian, pihaknya masih menunggu keputusan untuk lokasi karantina warga yang dinyatakan positif covid-19 tersebut, dan mala mini, sudah langsung diterapkan isolasi mandiri terhadap warga yang terpapar.

Yogi Astarian untuk memutus rantai penyebaran covid-19, pihaknya mengusulkan dilakukan tes swab massal, yang dilanjutkan dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) lokal di jorong Batang Buo tersebut, mengingat dari deteksi awal cukup banyak kontak erat yang dilakukan 9 warga yang dinyatakan positif terpapar covid-19 tersebut, karena warga yang dinyatakan positif, ada yang menggelar hajatan tanggal 14-15 Agustus lalu.

“ Kita masih menunggu keputusan dan instruksi lebih lanjut, terkait dengan langkah-langkah khusus yang akan dilakukan di lapangan, khususnya di wilayah jorong Batang Buo, “ sebut Yogi Astarian lagi.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12.com, dampak lonjakan kasus positif covid-19 di kabupaten Agam membuat banyak pihak semakin panic, pasalnya potensi “ledakan besar” kasus covid-19 berpotensi terjadi, menyusul paparan di kompleks pondok pesantren di Panta, Matur dan potensi besar di jorong Batang Buo, kecamatan IV Angkek tersebut.

HARMEN

0Shares