Maninjau, kaba12.com — Lagi, musibah banjir besar dan tanah longsor hantam wilayah nagari Tanjung Sani, kecamatan Tanjung Raya.
Belum tuntas penanganan di jorong Galapuang, yang dihantam banjir bandang, yang merusak 1 rumah, 1 mesjid, 1 MDA dan kerusakan parah ruas jalan, kini giliran jorong Sigiran dilanda bencana banjir dan longsor Minggu,(22/12) sore.
Data yang diperoleh kaba12.com dari Sri Mahyuni, staf Pusdal.Ops. BPBD Agam, dampak yang ditimbulkan akibat musibah longsor di Sigiran itu, mengenai 1 unit rumah masyarakat, milik Suhaimi Zulfa,(85), yang dihuni 5 jiwa, material longsor juga menggenangi 1 unit kantor jorong Sigiran Nagari Tanjung Sani, material menggenangi jalan sepanjang lebih kurang 40 meter dan lapangan bola volly.
Material banjir dan longsor juga menggenangi kantor walinagari Tanjungsani, yang saat ini masih dalam proses pembersihan tim gabungan.

Penanganan pasca bencana di Tanjung Sani, langsung dilakukan tim gabungan yang berpindah dari Sungai Rangeh, Bayua ke Sigiran, untuk melakukan penanganan pasca, termasuk mengantisipasi dampak terhadap masyarakat.
Camat Tanjung Raya Handria Asmi menyebutkan, dampak longsor di Sigiran, langsung ditangani bersama personil gabungan BPBD, Satpol PP-Damkar, aparat kecamatan dan nagari.

Sementara ruas jalan masih bisa dilewati,” namun personil harus waspada, karena hujan lebat masih turun di lokasi,” sebut Handria Asmi.
HARMEN
