Canduang, kaba12.com — Kelompok pemberdayaan masyarakat ( KPM ) Kobalu, Canduang Koto Laweh (Cantola), kecamatan Canduang makin eksis mengembangkan berbagai potensi usaha perkebunan di wilayah itu.
Sejak berdiri tahun 2016, KPM Kobalu, sukses mengembangkan berbagai komiditi pertanian yang dikembangkan di kebun kelompok. Saat ini tercatat sebanyak 26 anggota kelompok, dengan 22 anggota yang aktif menjalankan usaha kelompok.
Menurut Kadinas Sosial Agam Kurniawan Syahputra, melalui Irlianti, Kasi.Jaminan Sosial dan Pengolahan Data Dinsos Agam, KPM Kobalu intensif mengembangkan berbagai komoditi perkebunan diantaranya japan dan cabe rawit di nagari Canduang Koto Laweh dengan lahan persawahan yang dipinjam dari masyarakat.
Untuk pengembangan komoditi perkebunan dengan modal awal dari kas kelompok tersebut, sukses memberi masukan rutin pada kelompok program keluarga harapan (PKH) yang menjadi anggota, terutama dengan panen cabe rawit setiap minggu dengan hasil panen antara 5-10 kg per minggu, dengan harga jual di pasaran mencapai Rp.30.000-35.000 per kg
Demikian juga hasil perkebunan japan, dipanen seminggu sekali dengan hasil panen berkisar antara 40-45 kg per minggu, dengan harga jual di pasaran Rp.1.000- Rp.1.500per kg, “ hasil panen kebun tersebut, akan dibagi secara merata ke seluruh anggota kelompok, setelah komiditi perkebunan itu habis dipanen secara keseluruhan, “ jelas Irlianti.
Disebutkan Irlianti, potensi perkebunan milik kelompok PKH itu, terus dikembankan, dan saat ini tengah dikembangkan jenis tanaman labu, dan lainnya, dengan pola dan strategi yang sama,” memanfaatkan lahan yang dipinjam dari masyarakat, dengan produksi kebun rutin setiap pekan ,agar hasilnya bisa dimanfaatkan secara langsung, “ulasnya.
Sementara Kadinas Sosial Agam Kurniawan Syahputra, pihaknya saat ini mendorong seluruh kelompok PKH untuk eksis memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki, terutama pemanfaatan lahan perkebunan agar bisa memberi hasil untuk membantu menutupi kebutuhan keluarga anggota PKH.
(Harmen)
