Lubukbasung,kaba12 — Porprov XVI Sumbar yang sudah lebih dari 2 pekan usai, masih menyisakan tanda tanya, khususnya di Kabupaten Agam.
Pasalnya, hingga saat ini, masih tidak jelas langkah dan sikap Pemkab.Agam, khususnya jajaran Disparpora Agam dalam menyikapi kondisi para atlet, penurunan prestasi secara umum, serta berbagai hal berkaitan dengan dunia olahraga di daerah.
Hingga saat ini, masih tidak terlihat adanya tanda-tanda adanya upaya evaluasi, termasuk penyampaian apresiasi pada para atlet dari berbagai cabang olahraga yang sudah mempersembahkan medali untuk Kabupaten Agam, termasuk pembubaran panitia kontingen yang dibentuk.

Ragam pertanyaan kembali bermuncul di kalangan para atlet dan pengurus cabang olahraga di Kabupaten Agam, terkait dengan kondisi tersebut, “jangankan apresiasi, bertanya pun para pejabat terkait tidak ada, “ungkap Yudha Novri, Ketua Pengcab ESI Agam kepada kaba12.
Yudha Novri yang bersama beberapa pengurus cabang olahraga yang mencatatkan prestasi dalam Porprov XVI Sumbar, 2-14 Oktober lalu, juga mempertanyakan bentuk evaluasi, pembubaran kontingen dan bentuk hak yang akan diterima para atlet peraih medali, yang hingga kini masih tidak jelas ujung pangkalnya.
“Memang serba tidak jelas sikap Pemkab.Agam saat ini.Kami dibuat bingung, mestinya sudah ada evaluasi, atau bentuk langkah lain yang harus dilakukan kedepan. Ini susahnya, kalau yang mengawaki olahraga, tidak peduli terhadap kondisi olahraga itu sendiri, “sebutnya dengan nada tinggi.

Hal senada dikatakan para sesepuh olahraga di Kabupaten Agam, seperti halnya Melwadi, Ketua Pengcab PGI ( Gulat ) Agam, Erizon, pengurus KONI Agam terpilih ,Eka Heraska, ketua Pengcab.POBSI Agam, Erwin Tanjung ,Ketua Pengcab Taekwondo Agam dan beberapa pengurus cabang olahraga lain, yang mempertanyakan sikap pemerintah, khususnya Disparpora Agam yang hingga kini terkesan “mandimiang” saja, padahal Porprov XVI Sumbar sudah lebih dari 2 pekan selesai.
“Kita makin dibuat bingung. Mau dibuat apa olahraga Agam, padahal Bupati Agam sudah menyatakan kesiapan Agam menjadi tuan rumah Porprov XVII Sumbar tahun 2028 mendatang, sementara saat ini, evaluasi hasil Porprov saja tidak juga dilakukan, “tegas Eka Eraska.


Disisi lain, Melwadi berharap, Pemkab.Agam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai hal dalam konteks keolahragaan di Kabupaten Agam, tidak hanya evaluasi hasil Porprov XVI Sumbar, tapi juga para pelaksana kegiatan keolahragaan, “mestinya yang paham dan peduli, yang tidak menempatkan olahraga untuk kepentingan pribadi dan kelompok, “tegasnya serius.
Sementara, hingga berita ini dirampungkan, konfirmasi kaba12 dengan Khasman Zaini, Kadisparpora Agam masih belum direspon, terutama terkait dengan evaluasi hasil Porprov XVI Sumbar termasuk berbagai hal lain berkaitan dengan masalah keolahraga di Kabupaten Agam saat ini.
(HARMEN)
