Sungai Batang, KABA12 — Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) kembali melaksanakan kegiatan gotong royong (Goro) untuk pengembangan wisata camping ground di
Jorong Batuang Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Senin (21/10).
Lokasi rencana wisata camping ground ini berada persis di bawah Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Nagari Sungai Batang.
Ketua KPGH, Rudi Yudistira menyebut bahwa pihaknya telah empat kali melaksanakan gotong royong di lokasi untuk mengembangkan potensi wisata camping ground.
“Kegiatan goro ini merupakan yang keempat kalinya dilaksanakan secara keberlanjutan, dan ditargetkan tuntas pada November mendatang,” ujarnya kepada KABA12, Senin.

Dalam pengembangan ini, katanya, KPGH mendapatkan dukungan pembinaan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat. Dukungan itu mencakup untuk pembangunan infrastruktur seperti pipanisasi, toilet, air bersih, serta lima unit gazebo.
“Selain itu, akan tersedia 10 unit tenda camping dan satu tenda barak,” katanya.
Pihaknya menargetkan penyelesaian pembangunan ditetapkan pada bulan November 2024, sehingga fasilitas ini diharapkan bisa digunakan awal Januari 2025.
“Wisata camping ground ini menawarkan pemandangan indah Danau Maninjau, yang menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung. Apalagi lokasinya yang berada persis dibawah Museum Buya Hamka diharapkan dapat menarik minat wisatawan,” sebutnya.
Sementara itu, Wali Jorong Batuang Panjang, Fajri, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan wisata tersebut. Pemerintah nagari juga sangat mendukung, karena pembangunan camping ground ini bertujuan untuk mewujudkan visi kelompok KPGH.

“Pengembangan ini diharapkan dapat mengangkat marwah Buya Hamka melalui edukasi tentang nilai-nilai yang diajarkan beliau,” katanya.
Dijelaskan bahwa wisata ini juga akan mencakup kegiatan napak tilas Buya Hamka, pendidikan surau, serta pengenalan ikan endemik Danau Maninjau dan produk UMKM setempat.
“Kawasan ini nantinya akan menjadi salah satu pusat edukasi dan pariwisata yang menarik, sekaligus melestarikan warisan Buya Hamka,” jelasnya.
(Bryan)
