Lubukbasung, kaba12.com — Hanya gara-gara sakit hati karena “kata-kata “ YI alias IR (38), tega menghabisi nyawa Ayu Oktaviza,(18) siswa kelas XI SMAN 1 Tiku, tetangga sendiri di Bukik Batu Apuang, Jorong Durian Kapeh, Nagari Tiku Utara, kecamatan Tanjung Mutiara, Rabu, (28/9).
Ayu Oktaviza ditemukan sudah tak bernyawa di area perkebunan kelapa sawit di Padang Kuciang, Bukik Batu Apuang dengan kondisi mengenaskan dimana bagian kepala bersimbah darah, termasuk di bagian leher akibat sabetan senjata tajam, dihabisi oleh pelaku karena gelap mata karena tidak menerima kata-kata korban yang menyakitkan hatinya.
Usai menghabisi korban, pelaku langsung pulang ke rumahnya, bahkan sempat mandi dan mencuci pakaian, sebelum berhasil dibekuk polisi di kediamannya, hanya berselang 3 jam setelah kasus pembunuhan itu terungkap, sekitar pukul 23.00 WIB.

Hal itu dirangkum kaba12.com dari Jumpa Pers yang digelar Polres Agam dipimpin Wakapolres Agam Kompol.Andrizal Guci,SH, Kabagren.Kompol.Amprisman, Ipda.Ismail dan KBO.Reskrim Polres Agam Ipda.Irfan Leo Dinata di ruang data Polres Agam, Kamis, (29/9) menyusul berhasil diringkusnya YI alias IR, terduga pelaku pembunuhan terhadap Ayu Oktaviza, (18) warga Bukik Batu Apuang, Nagari Tiku Utara, kecamatan Tanjung Mutiara, Rabu tadi malam.
Dijelaskan, pelaku berhasil ditangkap pihak kepolisian di kediamannya tak jauh dari lokasi kejadian, dimana dari hasil intrograsi awal, Yi alias IR mengakui perbuatannya dan langsung diamankan di Makopolres Agam untuk pengusutan lebih lanjut.
Dijelaskan, kasus pembunuhan Ayu Oktaviza itu, diawali cekcok antara pelaku dengan korban, saat korban enggan dimintai tolong oleh pelaku. Pengakuan pelaku pada tim pemeriksa di Satreskrim Polres Agam, pelaku memukul kepala korban Ayu Oktaviza dengan tangkai parang sebanyak 2 kali, sampai tangkai paranag milik pelaku patah.

Tak terima dipukul oleh pelaku, korban melakukan perlawanan bahkan sempat mencakar dan menggigit jari tangan pelaku.Korban bahkan berteriak minta tolong sambil memanggil ibunya. Karena korban melawan, pelaku justru makin garang menghantam korban, bahkan pelaku dengan sadis membacok bagian belakang leher dan punggung korban menggunakan sabit beberapa kali, sehingga korban terkapar bersimbah darah dan tak bergerak lagi.
Mendapati korbannya tak bergerak, pelaku kemudian pergi dari lokasi kejadian dan membuang parang dan sabit yang digunakan untuk menghabisi korban itu ke dalam parit di sekitar 15 meter lokasi kejadian.
Polisi yang sudah mengantongi informasi dari berbagai pihak termasuk hasil investigasi lapangan, mendatangi kediaman pelaku dan langsung mengamankan pelaku, hanya berselang 3 jam setelah kejadian.
Dikenal Baik dan Hafizh Quran
Sementara informasi yang dihimpun kaba12.com dari berbagai pihak, meninggalnya Ayu Oktaviza, siswi SMAN 1 Tiku itu mengundang duka mendalam, tak hanya bagi keluarga korban, karena korban merupakan anak perempuan satu-satunya di keluarga itu, yang dikenal baik, rajin, santun, bahkan hafizh Quran.

“ Korban dikenal anak baik dan rajin. Dibuktikan, jarang sekarang anak perempuan yang mau menyabit rumput untuk ternak usai pulang sekolah. Kita sangat berduka akan musibah yang menimpa keluarga korban, “ungkap beberapa warga Bukik Batu Apuang kepada kaba12.com.
Bahkan, rekan-rekan sekolah korban sendiri, diinformasikan banyak yang menangis histeris setelah mendapat kabar adanya musibah tersebut. Pasalnya, banyak yang tidak menyangka nasib tragis akan dialami korban Ayu Oktaviza, bahkan hingga tewas meregang nyawa dihabisi oleh tetangganya sendiri.
Sudah Urus NA, “ ka babini “
Cerita duka lainnya juga merundung keluarga pelaku. Bahkan informasi yang diperoleh kaba12.com, pelaku dikabarkan, bulan Oktober mendatang, berencana akan melangsungkan pernikahan bahkan selurus surat-surat termasuk NA sudah diurus ke kantor KUA, sementara pelaku YI alias IR justru terbelik perkara pembunuhan yang diancam pasal 338 dan pasal 351 ayah 3 KUHP dengan ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun.

Dalam video yang beredar di ranah publik, saat petugas kepolisian menangkap pelaku di kediamannya, terlihat ibu pelaku tak henti meraung saat menanyakan kebenaran tindakan yang dilakukan sang anak terhadap korban.
HARMEN
