Lubukbasung, kaba12 — Ramadhan menghadirkan suasana malam yang berbeda, setelah seharian berpuasa, kaum muslimin kembali berdiri dalam shaf – shaf tarawih. Lantunan ayat suci menggema, doa – doa dipanjatkan, dan hati terasa lebih dekat kepada Allah.
Tarawih dan qiyamul lail bukan sekedar tradisi tahunan. Justru jadi kesempatan untuk meraih ampunan dan pahala yang besar bagi kaum muslimin. Malam ramadhan adalah ruang sunyi untuk memperbaiki diri, memohon ampun atas dosa, dan menguatkan harapan dan rahmat-Nya.
Dalam sebuah hadist, disebutkan Rasulullah SAW:
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa – dosa yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadist ini menjadi motivasi kuat, ampunan adalah hadiah besar, dan Ramadhan membukakan jalannya melalui ibadah malam.
Tarawih juga melatih konsistensi. Meski lelah setelah aktivitas seharian, seorang mukmin tetap melangkah ke masjid atau beridri di rumah untuk menunaikan shalat malam. Di situlah nilai kesungguhan diuji.
Ramadhan 1447 H jangan sampai berlalu tanpa kita merasakan manisnya qiyamul lail. Tidak harus panjang, yang penting istiqamah dan khusyuk. Karena bisa jadi, di antara sujud – sujud di malam itu ada doa yang diijabah dan dosa yang dihapuskan.
Malam Ramadhan singkat, tetapi pahalanya tidak terbatas. Jangan hanya kuat di awal, lalu melemah di pertengahan. Jaga semangat hingga akhir, karena keberkahan sering tersembunyi di sungguhan yang konsisten.
(TAUFIQ/*)
