Pariwara Pemko Bukittinggi

Kerja Nyata Lima Tahun Kado Indah Untuk 236 Tahun Bukittinggi

Bukittinggi, KABA12.com — Tahun 2020, Kota Bukittinggi genap berusia 236 tahun. Usia yang tidak muda untuk kota kecil yang penuh sejarah, adat dan budaya. Selama lima tahun terakhir, di bawah kepemimpinan Ramlan Nurmatias – Irwandi, didukung DPRD dan masyarakat, banyak pembangunan dilakukan dan merubah wajah kota Bukittinggi ke arah yang lebih baik dan tentu saja menjadi kado indah bagi Bukittinggi yang telah berusia 236 tahun.

Dengan luas yang hanya 25 km2, Bukittinggi memang cukup sulit untuk melakukan pengembangan. Namun, hal tersebut, tidak menyurutkan niat Wali Kota Bukittinggi periode 2016-2021, Ramlan Nurmatias bersama wakilnya, Irwandi, untuk membangun kota Bukittinggi ini.

Hal ini dibuktikan dengan kerja nyata dalam membangun kota, yang tentu saja akan berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Satu per satu perencanan pembangunan dilakukan dan hasilnya pun diakui masyarakat pada umumnya dan juga masyarakat dari daerah luar Kota Bukittinggi.

Diantara pembangunan fisik yang telah dilaksanakan dalam lima tahun terakhir, revitalisasi pedestrian Jam Gadang, pembangunan Pasa Ateh, pembangunan embung Tabek Gadang, rehab dan pembangunan baru gedung sekolah, pembangunan rusunawa, pembangunan RSUD Kota Bukittinggi, revitalisasi TMSBK, pembangunan mal pelayanan publik dan sejumlah pembangunan kantor pemerintahan.

Revitalisasi pedestrian Jam Gadang, dilakukan tahun 2018 dan 2019 lalu, dengan menelan anggaran sebesar Rp 19 milyar lebih. Beberapa meter dari jantung kota, Jam Gadang, tidak lagi ditanami pepohonan besar. Hal ini, dilakukan agar Jam Gadang memang benar benar tampak kokoh sebagai pusat kota. Selain itu, upaya tidak adanya pepohonon yang dekat dengan Jam Gadang, agar akar dari pepohonan itu, tidak menganggu konstruksi Jam Gadang. 

Pembangunan Pasa Ateh. Pusat pertokoan kebanggan Kota Bukittinggi Pasa Ateh, terbakar pada Oktober 2017 lalu. Setelah melalui kajian, disimpulkan bahwa Pasa Ateh harus dibangun baru, karena sudah beberapa kali terbakar.

Alhasil, Pemko Bukittinggi melalui kepiawaian kepemimpinan Ramlan Nurmatias-Irwandi, menjemput bola, berupaya melobby pemerintah pusat agar dapat membantu pendanaan untuk membangun Pasa Ateh. Upaya itu pun tidak sia-sia dan atas dukungan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR memutuskan untuk membiayai pembangunan kembali Pasa Ateh.

“Alhamdulillah, dalam satu tahun, Pasa Ateh berhasil dibangun kembali dengan anggaran Rp 292 milyar lebih. Pasa Ateh terdiri dari satu lantai basement, tiga lantai pertokohan dan satu roof top. Pasa Ateh memiliki 810 petak toko, 24 kios foodcourt, dilengkapi fasilitas 10 unit eskalator dan 3 unit lift. Pasa Ateh dibangun dengan konsep green building dan menjadi percontohan d Indonesia. Kami senang dan bersyukur, karena dalam Pasa Ateh dapat dibangun kembali sehingga pedagang dapat kembali beraktifitas,” ungkap Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.

Bukittinggi, juga memiliki persoalan pemenuhan kebutuhan air bersih untuk masyarakat. Persoalan ini juga menjadi konsestrasi Ramlan Nurmatias, dengan melakukan pembangunan Embung Tabek Gadang. Pembangunan ini, seperti tujuan awalnya, menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan air bersih. Pembangunan dilaksanakan pada tahun 2018-2019 dengan anggaran Rp 10,7 milyar.

“Pada akhir 2019, pemanfaatan air dari embung Tabek Gadang, telah dijuicobakan dengan kapasitas 40 liter per detik dan mengaliri air bersih untuk 3800 KK masyarakat Bukittinggi,” jelas Ramlan. 

Untuk bidang pendidikan, Ramlan Nurmatias pun tidak menutup mata. Bahkan sejak 2018 dan 2019, Pemko Bukittinggi juga melakukan rehab dan pembangunan baru gedung sekolah. Hingga tahun 2020 ini, terdapat 15 sekolah yang sudah selesai dibangun dengan total anggaran Rp 35 milyar lebih. Pembangunan itu, dilakukan untuk 4 unit SMP, 10 SD dan 1 TK negeri.

“Konsep pembangunan sekolah ini, bukan hanya tempat belajar, tapi dapat menjadi rumah kedua bagi pelajar. Setiap sekolah, wajib memiliki mushalla yang representatif. Sehingga selain ilmu pendidikan formil, siswa juga terbiasa untuk melaksanakan shalat berjamaah,” jelas Wako.

Untuk masyarakat kurang mampu, Pemko Bukittinggi juga melakukan pembangunan rumah susun sewa. Rusunawa dibangun dengan anggaran sebesar Rp 17 milyar lebih. Rusunawa dibangun di atas laha seluas 18.069 m2, dengan jumlah rumah sebanyak 42 unit tipe 36, lengkap dengan tempat tidur dan lemari.
 “Masyarakat yang berhak nantinya, tinggal masuk dan membawa pakaian saja,” tambahnya,

Bidang kesehatan, pemerintah Kota Bukittinggi membangun Rumah Sakit Umum Daerah. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi, drg. Yandra Ferry, menjelaskan, pembangunan RSUD Bukittinggi menelan dana sebesar Rp 102 milyar lebih. Selian itu juga ada dua penambahan pekerjaan (adendum). Awalnya penambahan pekerjaan (adendum) pertama sekitar Rp 1,4 milyar, untuk rumah kubikal PLN, rumah pompa, penimbunan jalan dan dudukan alat operasi.

‘Selanjutnya, setelah anggaran perubahan 2020 disetujui, ada adendum kedua dengan nilai sebesar Rp 200 juta. Dana itu digunakan untuk pembangunan gedung penyimpanan limbah medis,” jelasnya.

Untuk peralatan medis sendiri, Yandra Ferry mengaku, semuanya telah berada di RSUD yang berlantai enam dan 100 tempat tidur itu. Pengadaan alat kesehatan itu menelan dana sebesar Rp 34 milyar yang memang berasal dari APBD murni Bukittinggi. Diantaranya, alat penunjang operasi, tempat tidur, rontgen, kursi gigi dan alkes penunjang pada poli dan pelayanan lainnya. “Alatnya sudah ada, sudah berada di lokasi dan tinggal uji fungsi,” ujarnya.

Terkait, petugas kesehatan untuk RSUD Bukittinggi, Kadis Kesehatan ini menjelaskan, bahwa BKPSDM sedang lakukan rekruitmen sebanyak 100 orang dan jika sudah terpilih juga akan diberikan pelatihan. 

Sementara itu, tenaga kesehatan yang ada di dinas kesehatan, juga telah disiapkan dan sudah dilatih bekerjasama RSAM sebanyak 64 orang.

Untuk pariwisata, Pemko Bukittinggi selama lima tahun terakhir, melakukan revitalisasi sejumlah objek wisata. Mulai dari taman panorama, Lobang Jepang, Benteng Fort de Kock dan TMSBK. Saat ini pada TMSBK, terdapat kandang aviary, kandang reptil dan juga nantinya akan ada rehab kandang karnivora, dimana pengunjung dapat melihat dengan dekat harimau, singa dan hewan lainnya dengan aman.

Untuk bidang pemerintahan, Pemko Bukittinggi melakukan pembangunan sejumlah kantor dan gedung pemerintahan yang baru. Sebut saja, 6 kantor lurah yang baru dan tiga kantor SKPD, salah satunya Mal Pelayanan Publik.
Untuk pembangunan Mall Pelayanan Publik di Bukittinggi, Pemko bersama DPRD Bukittinggi telah menganggarkan dana sejak tahun 2019 lalu. Pekerjaan dilaksanakan tiha tahap, tahap I tahun 2019, tahap II tahun 2020 dan tahap III tahun 2021.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Perindustrian dan Tenaga Kerja (PMPTSPPTK) Bukittinggi, Isra Yonza, menjelaskan, untuk tahap I pada tahun 2019 dianggarakan sebesar Rp 12.297.330.000,- dengan pekerjaan kerangka gedung. Tahap II tahun 2020 sebesar Rp 9.781.381.000,- dengan pekerjaan menyiapkan lantai I dan sebagian lantai II.

“Sedangkan untuk tahap III sudah dianggarkan dalam APBD Kota Bukittinggi tahun 2021 sebesar Rp 5,5 milyar untuk penyempurnaan lantai II dan yang lainnya,” ujar Isra Yonza didampingi PPTK-nya Hendri Samanta.

Pembangunan Mall Pelayanan Publik ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah, murah dan nyaman. Karena semua pelayanan dari instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah serta BUMN/BUMD akan ditempatkan di Mall Pelayanan Publik dengan sarana prasarana yang representatif.

“Ada ratusan perizinan dapat diurus di MPP ini. Karena menurut rencana ada 19 instansi vertikal dan 3 SKPD di lingkungan Pemko Bukittinggi yang menempati MPP, seperti Dinas PMPTSPPTK, Disdukcapil dan Badan Keuangan. Khusus untuk Dinas PMPTSPPTK menerbitkan 79 perizinan, sedangkan yang lainnya, seperti pengurusan SIM, Paspor, Pajak, IMB, KTP, Akta Kelahiran dan banyak lagi urusan administrasi yang dapat diurus di Mall Pelayanan Publik ini,” jelasnya.

Kehadiran Mall Pelayanan Publik ini, akan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan administrasi. Masyarakat tidak perlu lagi masuk kantor keluar kantor untuk mengurus perizinan yang dibutuhkannya.

“Cukup di satu gedung Mall Pelayahan Publik ya g berada di daerah Belakang Balok ini, semua urusan dan perizinan yang dibutuhkan masyarakat sudah dapat dilayani,” tambah Isra Yonza.

Masih banyak hasil kerja nyata yang telah berhasil dilakukan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi di bawah kepemimpinan Ramlan Nurmatias. Semua kerja nyata itu, memang diperuntukkan untuk warga Kota Bukittinggi. Dampak dari Bukittinggi membangun 2016-2020 itu, tentunya akan bermanfaat bagi warga pada umumnya. 

Pembangunan kota Bukittinggi secara signifikan itu, mendapat apresiasi oleh masyarakat. Salah satunya, Devi, pedagang Pasa Ateh yang mengakui bahwa di tangan Ramlan Nurmatias, Kota Bukittinggi berubah ke arah yang lebih baik. Bahkan pembangunan yang dilakukan lima tahun terakhir, menjadi kadon indah untuk Bukittinggi di usia ke 236 tahun.
“Terima kasih kepada Bapak Ramlan Nurmatias yang layak disebut Bapak Pembangunan untuk Kota Bukittinggi,” jelasnya.

Tidak hanya pembangunan fisik saja, pembangunan non fisik juga tetap dilakukan. Contoh saja, sekolah keluarga yang telah me-nasional dan menjadi salah satu percontohan di Indonesia. Selanjutnya juga diberikan bantuan untuk mubaligh, guru honorer, guru TPA-MDA dan juga banyak bantuan lainnya.

Alhasil, dalam lima tahun terakhir, Pemko Bukittinggi juga telah berhasil meraih 500 lebih prestasi mulai dari tingkat nasional, regional dan juga tingkat provinsi.  Untuk prestasi tingkat nasional, Bukittinggi dibawah kepemimpinan Ramlan Nurmatias telah berhasil meraih 72 penghargaan dan berhasil mendapatkan reward dalam bentuk Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 62,8 milyar lebih.

Terbaru, penghargaan secara nasional diberikan oleh KPK RI. Setelah melalui penilaian terhadap indeks pencegahan korupsi. Bukittinggi satu satunya daerah di Sumatra Barat yang menerima penghargaan itu dan diganjar reward DID sebesar Rp 9,62 milyar lebih.

Terakhir, Wali Kota Bukittinggi bersama Ketua DPRD Bukittinggi menerima penghargaan Green Leadership, Nirwasita Tantra 2019. Penghargaan itu diberikan untuk kategori kota kecil oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI.

Pada Hari Jadi ke 236 tahun ini, memang tidak banyak kegiatan yang dilakukan oleh Pemko Bukittinggi, karena memang masih dalam pandemi covid-19. Namun, paripurna istimewa tetap dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Rapat paripurna istimewa HJK ke 236, dipimpin oleh Ketua DPRD Bukittinggi, Herman Sofyan, dihadiri Wali Kota, Wakil Wali Kota, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Bukittinggi, Forkopimda, Niniak Mamak, Bundo Kanduang dan ratusan tamu undangan lainnya. 
Meski undangan dibatasi, namun kegiatan puncak HJK ke 236 tahun, tetap berjalan khidmad.

(Ophik)

To Top