Tiku, kaba12.com — Kebakaran lahan yang terjadi di Aia Maruok, Lubuak Gadang, Nagari Persiapan Durian Kapeh Darussalam, kecamatan Tanjung Mutiara, Rabu,(26/2) baru berhasil dipadamkan setelah tim gabungan berjibaku selama 7 jam.
Kebakaran lahan kelapa sawit seluas 2 hektar itu, baru betul-betul bisa dinyatakan aman dan padam, setelah tim gabungan bergerak dari lokasi pukul 17.00 WIB, setelah berupaya mamadamkan api sejak pukul 11.00 WIB.
Tim gabungan penanggulangan bencana kabupaten Agam yang terdiri dari personil BPBD Agam, Satpol.PP-Damkar Agam, jajaran pemerintah kecamatan, nagari serta aparat TNI-Polri berhasil memadamkan api yang menjalar di lahan perkebunan kelapa sawit itu.

Proses pemadaman api yang merambat di lahan perkebunan yang dipenuhi semak belukar yang sudah mengering itu, cukup sulit dilakukan, karena api terus merambat ke titik lain, bahkan tercatat sudah 2 hektar lahan kelapa sawit tersebut dinyatakan ikut terbakar.
Kebakaran lahan sawit di Aia Maruok Lubuak Gadang, Jorong Durian kapeh, Nagari Persiapan Durian Kapeh Darussalam, Kecamatan Tanjung Mutiara, milik Zul Akmar itu mengundang perhatian luas masyarakat, karena asap yang membubung di beberapa titik di kawasan yang terbakar.
Menurut Lukman Syahputra, staf Pusdal.Ops.BPBD Agam proses pemadaman api oleh tim gabungan, baru dinyatakan selesai Rabu sore menjelang magrib.
Tim gabungan baru bergerak dari lokasi kebakaran, sebut Lukman, setelah lokasi lahan kelapa sawit yang sebelumnya terbakar, dinyatakan aman setelah dilakukan pendinginan selama lebih dari 2 jam.

” Alhamdulillah, pemadaman api bisa dituntaskan, walau berlangsung cukup lama, namun areal yang terbakar sudah dinyatakan aman,” sebut Lukman Syahputra.
Sementara Bupati Agam seperti disampaikan Kasman Zaini, Kabag. Protokoler-Komunikasi Pimpinan Sekab Agam, menghimbau agar masyarakat lebih mewaspadai dampak cuaca panas dan angin kencang saat ini, karena sangat rentan dampak berbagai potensi bencana, termasuk bahaya kebakaran lahan.
” Masyarakat Agam kami himbau mewaspadai berbagai kemungkinan termasuk tidak membuka lahan dengan membakar, atau kegiatan lain yang berpotensi memicu kebakaran,” sebut Kasman Zaini.
HARMEN
