IV Koto, kaba12.com — Camat IV Koto Eko Espito yakinkan, kluster Guguak Tinggi, kecamatan IV Koto sepenuhnya sudah bisa dikendalikan, menyusul sebanyak 13 warga yang terkonfirmasi positif covid19 sejak tiga hari terakhir.
Saat ini, seluruh tracking dan pemeriksaan swab bagi masyarakat yang berinteraksi dengan UK, (77), warga Guguak Tinggi yang baru pulang kampung dari Bengkulu itu, sudah dituntaskan jajaran puskesmas IV Koto bersama unsur terkait, dan seluruh warga sudah menjalani perawatan dan isolasi di RSAM Bukittinggi dan RS.Isolasi Padang Besi.
Camat IV Koto Eko Espito kepada kaba12.com menegaskan, bahwa pihaknya bersama aparat puskesmas IV Koto dan pemerintah nagari sudah bisa mengendalikan potensi sebaran covid19 di kawasan itu.
Dijelaskan, kondisi kasus Covid-19 di Jorong Guguak Tinggi Kecamatan IV Koto, total positif sebanyak 13 orang, yang diawali dengan positifnya keluarga perantau dari Bengkulu, yaitunya diawali UK dan diikuti 4 orang anggota keluarganya Senin,(3/8) sore.
Ditambahkan Eko Espito, jajaran pemerintah kecmaatan IV Koto malam itu juga melakukan tracking dan menemukan 27 orang yang kontak dengan keluarga UK. Dan besoknya, Selasa,(4/8) langsung dilakukan tes swab terhadap 27 orang tersebut.
Hasil swab test itu, ulas Camat IV Koto, keluar Rabu,(5/8) sore, terdapat 7 orang positif, setelah keluar hasil Swab level I tersebut, kemudian Camat IV Koto melalui wali nagari dan jorong pada Rabu iut, melanjutkan tracking level II, ditemukan 20 orang yang telah kontak dengan 7 orang pada level I.
Swab test level II, dilaksanakan Kamis, (6/8), dan Jumat ,(7/8) sore keluar hasil swab dengan hasil swab level II tersebut semuanya negatif. “ Ini berkat koordinasi yang baik dan pemberian pemahaman yang baik juga kepada masyarakat, sehingga seluruh masyarakat yang terdata kontak dengan yang positif bersedia di swab dan yang positif juga bersedia dikarantina diluar daerah, “ jelas Eko Espito.
Ditambahkan, menyikapi adanya positif pada tracking level I, pihaknya bersama pemerintah nagari membuat kebijakan untuk melakukan pembatasan sosial di jorong Guguak Tinggi, dan menutup sementara kantor walinagari Guguak Tabek Sarojo, dikarena kantor walinagari berada di jorong Guguak Tinggi dan perangkat nagari bekerja dari rumah.
Pihaknya, juga langsung melakukan penyemprotan disinfektan seluruh kawasan di Guguak Tinggi, di seluruh areal perkampungan termasuk di berbagai fasilitas yang ada, untuk sterilisasi kawasan, agar potensi penyebaran covid19 bisa langsung diputus.
Disisi lain, ulas Eko Espito, seluruh warga yang dinyatakan positif seluruhnya sudah dikarantina difasilitas yang telah disediakan Pemprov.Sumbar, 8 orang di RSAM, 4 orang di BPSDM Padang Besi dan 1 0rang di RS. Rasidin Padang.
“Jorong Guguak Tinggi kita masih berlakukan pembatasan sosial sampai dengan 14 hari kedepan, dengan mengaktifkan posko di gerbang masuk Jorong Guguak Tinggi, “ tegasnya.
Bahkan pihaknya, sudah menginstruksikan walijorong dan walinagari untuk memantau dan memonitor perantau yang pulang atau yang akan pulang kampung, setiba dikampung agar ke puskesmas terlebih dahulu, untuk dilakukan tes swab, dan menjelang hasil swab keluar agar melaksanakan isolasi mandiri ditempat masing-masing.
HARMEN
