Lubukbasung, kaba12.com — Masih tingginya kasus covid-19 sepanjang bulan November ini membuat Pemkab.Agam, khususnya tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 (GTP2 Covid-19) Agam mengaku kuatir.
Pasalnya, dalam tahapan pilkada serentak saat ini, potensi penyebaran virus corona itu dikuatirkan bisa lebih tinggi, bahkan bisa memunculkan klaster baru yang membuat resiko penularan jadi semakin meluas.
Diharapkan, kewaspadaan dan ketaatan masyarakat dalam menjalankan instruksi pemerintah, khususnya dalam mentaati protokol kesehatan, dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir menjadi benteng untuk memutus rantai penyebaran covid-19.
Harapan itu disebutkan M.Dt.Maruhun, ketua harian GTP2 Covid-19 Agam, yang menyebutkan, tingginya aktivitas masyarakat saat ini, menjadi salah satu pemicu kekuatiran pemerintah terhadap munculnya klaster baru covid-19 di kabupaten Agam.
Secara personal, masyarakat diharapkan untuk betul-betul waspada, pasalnya penyebaran virus corona yang tidak bisa dideteksi sumber dan warga yang terkonfirmasi,” menjaga diri sendiri, menjadi kunci memutus rantai penyebaran covid-19,”tegasnya.
Sekab.Agam itu tak henti mengimbau masyarakat untuk selalu mentaati protokol kesehatan, menerapkan 3 M dalam setiap aktivitas yang dijalankan, “kami berharap, masyarakat betul-betul mentaati hal itu, itu kunci penting dalam memutus rantai penyebaran covid-19, “ tegas M.Dt. Maruhun mengulang.
HARMEN
