Kabupaten Agam Lalui Tiga Fase Covid-19, Jumlah Terkonfirmasi Terus Turun

Lubukbasung, kaba12.com — Kabupaten Agam sudah melalui tiga fase penanganan percepatan pandemic covid-19, yang melanda seluruh dunia tahun 2020 ini. Bahkan, kabupaten Agam sendiri, mulai dilanda pandemic itu, sejak mencuatnya kasus pertama, tanggal 1 Mei 2020 lalu.

Dalam menghadapi pandemic covid-19, Pemkab.Agam yang melalui tiga fase dengan berbagai kebijakan yang diambil untuk memutus rantai penyebaran virus corona tersebut, yang terbukti efektif untuk menurunkan jumlah terkonfrmasi ditengah masyarakat.

Menurut Dr.Indra Catri, bupati Agam, jauh sebelum ditemukan kasus pertama covid-19, Pemkab.Agam sudah membuat kebijakan preventif berbasis nagari, namun, pertahanan tersebut jebol seiring ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Padang Tarok, Kecamatan Baso.

“Sejak Maret 2020, sejumlah imbauan sudah aktif dikeluarkan, di antaranya seperti peniadaan shalat Jum’at di mesjid, disinfeksi tempat ibadah dan pasar, menutup sementara tempat hiburan dan destinasi wisata, serta tidak melaksanakan iven atau kegiatan keramaian,”jelasnya.

Upaya menekan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat, Pemkab.Agam memutuskan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sekaligus menjadi fase pertama penanganan covid-19. Keputusan itu diambil setelah Kementerian Kesehatan memberikan izin untuk penerapan PSBB di Provinsi Sumatera Barat ,22 April hingga 5 Juni 2020, selama 6 pekan.

“Diawal fase PSBB belum ada warga Agam yang terinfeksi covid-19, namun memasuki Mei hingga 5 Juni 2020 terdapat 18 warga Agam yang terinfeksi covid-19,” jelasnya.

Setelah melewati fase PSBB, Pemkab.Agam mengganti kebijakan dengan penerapan fase New Normal, keputusan itu diambil karena situasi dirasa cukup aman dan tidak ada lonjakan kasus yang signifikan. Penerapan fase normal baru juga diterapkan mengingat banyak mata pencarian masyarakat yang terhenti sementara selama fase PSBB diberlakukan.

Dikatakan, jika dilihat kurva perkembangan kasus terkonfirmasi covid-19, pada bulan September memang terjadi peningkatan signifikan. “Di fase akhir new normal, hingga 19 Oktober 2020, tercatat penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 247 kasus,” sebutnya.

Memasuki fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di akhir Oktober, terjadi lonjakan angka positif dimana ditemukan penambahan 532 kasus dari bulan sebelumnya,namun di November jumlah tersebut jauh berkurang.

Langkah Penanganan Intensif
Sementara menurut M.Dt.Maruhun, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Agam, lonjakan kasus terkonfirmasi, Pemerintah Kabupaten Agam makin mengintensifkan upaya penanganan. “Pemkab Agam bersama tenaga kesehatan dengan sigap mengambil tindakan penanganan hingga hari ini angka positif terus menurun dan disusul dengan peningkatan jumlah pasien sembuh,” ujarnya.

Upaya penanganan kasus covid-19, dengan cara memasifkan penerapan protokol kesehatan dan penegakan Peraturan Daerah Sumatera Barat nomor 6 Tahun 2020 tentang AKB terbukti berhasil menekan kasus terkonfirmasi dan meningkatkan persentase kesembuhan Covid-19.

“Hingga kini, angka kesembuhan Covid-19 di Agam sebanyak 1.374 orang atau 95,61 persen, dari 1.437 orang yang terkonfirmasi,” sebutnya.

Ditambahkan, kerjasama masyarakat dalam penanganan kasus Covid-19 di daerah setempat sangat dibutuhkan. “Tidak ada kebijakan paling baik kecuali didukung kesadaran individu untuk menjaga diri dan orang di sekitarnya,” tegas M.Dt.Maruhun lagi.

HARMEN

0Shares