Lubukbasung,kaba12 — Dampak aktivitas penggalian dan pengambilan pasir di sepanjang aliran batang Kalulutan di wilayah Simaruok, Jorong III Garagahan, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubukbasung, ancam kondisi jembatan yang baru dibangun di kawasan tersebut.
Bahkan, informasi yang diperoleh kaba12, dampak penggalian dan pengambilan pasir di zona jembatan permanen yang baru diresmikan akhir tahun 2024 lalu itu, mulai mengerus pondasi jembatan, di sebagian titik, dam pengaman sudah mulai ambruk, sehingga sangat berbahaya bagi jembatan tersebut.
Informasi yang diperoleh kaba12, aksi penggalian dan pengambilan pasir kawasan jembatan itu, sudah cukup lama berlangsung, namun luput dari pengawasan. Kalau pun ada warga yang melarang, tidak begitu diacuhkan, padahal sarana jembatan itu, sudah sangat lama didambakan warga setempat itu, karena menjadi sarana penghubung dua kabupaten, Agam-Padang Pariaman, baru beberapa bulan diresmikan.

Mengantisipasi kerusakan jembatan tersebut, Camat Lubukbasung Ricky Eka Putra yang mendapat laporan, langsung memantau lokasi, dan meminta unsur terkait dalam nagari Garagahan melakukan pengawasan khusus.
Bahkan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat, untuk mengambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi kerusakan bahkan ambruknya jembatan yang dibangun menghabiskan dana lebih dari Rp8 miliar tersebut.
Langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah kecamatan Lubukbasung bersama unsur Muspika, dan jajaran pemerintah nagari, selain mensosialisasikan larangan pengambilan galian C atau aktivitas penggalian lain di sepanjang kawasan jembatan, dengan radius 500 meter.

Bahkan, Jumat, (11/7), Ricky Eka Putra, langsung memimpin pemasangan spanduk larangan kegiatan penggalian material galian C di sepanjang kawasan jembatan Simaruok, termasuk di beberapa titik lain, “kita meminta masyarakat untuk bisa saling menjaga sarana yang ada, karena jembatan Simaruok merupakan sarana vital yang sejak lama didambakan masyarakat sebelumnya itu,jangan rusak akibat aktivitas penggalian pasir itu, “tegasnya.
Camat Lubukbasung yang mengaku prihati akan kondisi itu berharap masyarakat ikut mengawasi dan bersama menjaga kondisi sarana vital itu, karena jembatan Simaruok menjadi objek vital yang sangat dibutuhkan.
“Laporkan jika masih ada yang melakukan penggalian, kita akan proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, karena ada aturan tegas terkait hal itu. Kita takkan main-main, karena ini menyangkut sarana yang dibutuhkan oleh masyarakat, “tegas Ricky Eka Putra dengan nada tinggi.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12, aksi penggalian pasir dan galian C di bawah jembatan Simaruok yang berkontruksi baja itu sudah cukup lama berlangsung, bahkan di beberapa sisi, pondasi jembatan sudah ada yang retak akibat terjangan air, akibat arus deras aliran sungai besar itu langsung menghantam badan jembatan.
(HARMEN)
