Lubukbasung, kaba12.com — Jelang festival tambua Internasional dan pencatatan rekor MURI 1000 tambua 2018 di Cibubur, Jakarta Timur, 6-7 Oktober mendatang, tim D’Palano Art-Panti Asuhan Putra Lubukbasung optimalkan latihan.
Tim tambua tansa yang diundang khusus oleh panitia festival danau Maninjau dalam rangkaian #save Maninjau sengaja menggelar latihan setiap hari untuk memaksimalkan penampilan.
Disebutkan, event festival tambua Internasional dan pencatatan rekor MURI itu merupakan event perdana bagi group itu tampil dalam kegiatan berskala dunia.
Menurut Fadli, ketua tim pelatih tambua tansa D’Palano Art-Panti Asuhan Putra Lubukbasung, tim nya yang beranggotakan 20 personil itu disiapkan untuk penampilan tambua dan silek tradisi yang merupakan personil gabungan dari dua group seni tradisi masing-masing D’Palano Art dan Panti Asuhan Putra Lubukbasung.
Disebutkan, pihaknya menjelang pemberangkatan tanggal 3 Oktober mendatang, akan terus latihan intensif untuk penyeragaman dan memadu gerak irama.
” Kita berupaya maksimal mempersiapkan diri dengan matang, ” sebut Fadli.
Sementara terkait proses pemberangkatan,. menurut Alvitra, ketua rombongan tambua D’Palano Art- Panti Asuhan Putra Lubukbasung nenyebtikan, pihaknya masih dalam proses persiapan dan diharapkan bisa sesuai harapan.
Alvitra menyebut, pihaknya sangat mengapresiasi dukungan dari banyak pihak, tidak hanya dari tokoh masyarakat di daerah tapi juga para perantau yang merespon positif keikutsertaan tim tambua tansa dari Lubukbasung, khususnya group D’Palano Art-Panti Asuhan Putra Lubukbasung.
” Kita optimis, bisa memberi warna dalam event tersebut, kita bangga kita mewakili daerah,” sebut Alvitra.
Event festival tambua Internasional dan pencatatan rekor MURI 1000 tambua dalam rangkaian festival danau Maninjau di Jakarta itu menjadi salah satu agenda luar biasa yang akan mempromosikan potensi daerah sekaligus mensosialisasikan program #save Maninjau yang dicanangkan Pemkab Agam.
HARMEN.
