Jelang Berakhirnya PSBB III Agam Bersiap New Normal

Menjelang berakhirnya masa pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar tanggal 8 Juni mendatang, kabupaten Agam sudah sejak lama mempersiapkan diri untuk memasuki tatanan normal baru.

Berbagai persiapan saat ini sudah dilakukan jajaran terkait di Pemkab.Agam, bahkan saat ini seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terutama yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, sudah melakukan serangkaian pembahasan untuk menjabarkan aktivitasnya.

Terkait dengan proses tahapan menjelang memasuki tatanan normal baru di kabupaten Agam itu, dijelaskan ketua harian Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 (GTP Covid-19) kabupaten Agam H.M.Dt.Maruhun, menjelaskan, saat ini setelah kabupaten Agam mengikuti tahapan PSBB sampai pada tahap III, sudah dilakukan serangkaian evaluasi yang dinilai seluruh tahapan yang dilalui cukup efektif dalam upaya memutus rantai penyebaran covid-19 ditengah masyarakat.

Ditegaskan M.Dt.Maruhun, GTP2 Covid-19 Agam yang sudah melakukan serangkaian kegiatan secara maksimal dalam berbagai item kegiatan, baik operasional posko check point, distribusi bantuan pangan, distribusi BLT baik dari Pemprov.Sumbar, BST Kemensos, BLT Dana Desa dan terakhir BLT Pemkab.Agam, sesuai target 65 persen kepala keluarga di kabupaten Agam akan bisa terlayani bantuan dampak penanganan covid-19.

Terkait dengan berbagai kegiatan yang sudah dilaksanakan selama penerapan PSBB, M.Dt.Maruhun meyakinkan, pihaknya bersama seluruh unsur yang terlihat sudah melakukan aktivitas secara optimal.(*)

Evaluasi PSBB Untuk Tatanan Normal Baru
Kajian Tekhnis Dibahas Khusus

Jelang pemberlakuan tatanan normal baru yang disebut-sebut pekan depan akan diberlakukan secara nasional di Indonesia, bahkan kota Bukittinggi disebutkan menjadi salah satu satu daerah yang bersiap menuju new normal, kabupaten Agam sudah melakukan serangkaian persiapan untuk tahap itu.

Bahkan, pembahasan untuk melangkah pada era new normal, disikapi pasca lebaran lalu, setelah tidak terjadi penambahan warga yang positif terpapar covid-19, walau jumlah warga yang beraktivitas di berbagai sarana umum sudah semakin tinggi, terutama di pasar-pasar termasuk di berbagai objek wisata kabupaten Agam.

Menurut Yosefriawan, ketua Satgas PDE Covid-19 Agam yang juga Asisten II Sekab.Agam meyakinkan, bahwa kabupaten Agam secara umum sudah bisa bersiap melangkah pada era baru dalam melawan penyebaran covid-19.

Selain upaya menekan penyebaran virus corona yang dilakukan secara optimal di berbagai nagari, penanganan khusus yang dilakukan tim gabungan, operasional posko check point serta kebijakan pangan untuk membantu masyarakat yang terdampak secara langsung dalam penanganan covid-19.

“ Secara umum, persiapan kearah itu sudah bisa dilakukan, karena kabupaten Agam bersama masyarakat sudah sangat waspada dan terus berupaya menekan potensi penyebaran covid-19,” sebut Yosefriawan.

Selain itu, untuk menghadang era new normal, hingga saat ini Pemkab.Agam sudah melakukan persiapan hingga bulan Juli mendatang dalam berbagai aspek, termasuk kajian anggaran untuk melaksanakan kegiatan termasuk membantu masyarakat yang terdampak.

“ Kita berharap, rencana untuk melangkah para tatanan normal baru itu, bisa terlaksana dengan baik, namun tetap mengacu pada protokol penanganan covid-19,” tegasnya.(*)

Agam Tekan Angka Penyebaran Covid-19

Kabupaten Agam berhasil menekan angka penyebaran virus corona dengan memberlakukan percepatan penanganan penyebaran covid19 berbasis nagari. Tidak hanya upaya meredam potensi penyebaran, tapi juga mempersiapkan dukungan terhadap masyarakat yang terdampak secara langsung penyebaran virus corona tersebut.

Hal itu dibuktikan, dengan semakin banyaknya warga Agam yang pulih dan dinyatakan sembuh setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit karena positif terpapar covid-19. Bahkan saat ini, tercatat 15 warga Agam yang menjalani perawatan di RSAM Bukittinggi maupun di Bapelkes Padang sudah dinyatakan sembuh dan boleh pulang ke rumah mereka.

Selain itu, program penanganan dan antisipasi lapangan, secara optimal terus dilakukan, dengan berbagai program strategis di lapangan, yang sasarannya membangun kesadaran bersama seluruh komponen masyarakat untuk melawan penyebaran virus corona di kabupaten Agam.

Hal itu ditegaskan jurubicara GTP2 Covid-19 Agam Khasman Zaini yang menyebutkan, pasca lebaran, banyak perubahan mendasar yang terjadi di kabupaten Agam, terutama dalam kaitan potensi penyebaran, termasuk gerak cepat yang dilakukan jajaran pemerintah dalam mengantisipasi potensi penyebaran dan memutusa rantai covid-19.

Disebutkan, kabupaten Agam, sesuai arahan pimpinan pemerintah, khususnya bupati Agam, sudah dilakukan kajian mendasar di seluruh aspek hajat hidup masyarakat berkaitan dengan langkah penanganan covid-19.

Hal itu dibuktikan, dengan ragam pembahasan yang dilakukan bersama, untuk menghambat laju penyebaran covid-19, yang melibatkan seluruh unsur, mulai dari jorong, nagari, pihak kecamatan sampai tingkat kabupaten Agam, bahkan dunia usaha dan perantau untuk memainkan peran dalam memutus rantai penyebaran covid-19.

Terkait dengan langkah menjelang new normal, disebutkan Khasman Zaini, sepenuhnya melihat perkembangan yang terjadi di daerah, namun secara umum kabupaten Agam sudah harus melangkah pada tatanan normal baru, untuk kembali menggeliatkan aktivitas masyarkaat termasuk dalam bidang ekonomi, sosial dan aspek lain.

“ Hal itu masih dalam kajian, namun kita optimis masyarakat kabupaten Agam sudah siap untuk itu, karena berbagai regulasi, instruksi dan sosialisasi masih terus dilakukan di lapangan agar masyarakat berperan, menjaga diri sendiri, keluarga dan masyarakat dengan mentaati protokol penanganan covid-19,” tegas Khasman Zaini.

Hal itu ditegaskan Khasman, terutama dengan evaluasi yang dilakukan jajaran terkait di Pemkab.Agam, dalam masa penerapan PSBB serta berbagai temuan lapangan yang dilakukan tim monitoring Pemkab.Agam.

“ Kuncinya jelas, anda selamatkan saya, saya selamatkan anda. Pakai masker, jaga jarak aman dan rajin cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir, itu kunci utama memutus rantai penyebaran covid-19, “tegas Khasman Zaini lagi.(*)

0Shares