Maninjau,kaba12 — Dampak bencana hidrometeorologi yang memicu serangkaian musibah banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Tanjung Raya memicu putusnya saluran air bersih di banyak nagari.
Tidak hanya saluran distribusi air bersih PDAM, air bersih yang bisa disalurkan jaringan Pamsimas terputus sejak Kamis, (27/11/2025) lalu, yang menyebabkan hingga kini, warga kesulitan mendapatkan air bersih, terutama di wilayah Nagari Bayur, Nagari Paninjauan, Nagari Koto Kaciak, Nagari Maninjau dan Nagari Sungai Batang.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak bencana, selain distribusi langsung menggunakan armada tangki PDAM dibantu PMI, di beberapa lokasi sudah dibangun sumur bor, sebagai solusi utama mengatasi kelangkaan air bersih di wilayah tersebut.
Direncanakan, di wilayah kecamatan Tanjung Raya akan dibangun 10 sumur bor, sesuai hasil survei tim penanganan dampak bencana Kabupaten Agam, masing-masing diproyeksikan untuk warga di Nagari Maninjau, Sungai Batang dan beberapa titik lain.

Hal itu dibenarkan Kapolsek Tanjung Raya AKP.Muzakar dan Camat Tanjung Raya Al Hafidz menjawab kaba12 secara terpisah Kamis,(15/1/2026).
Disebutkan, pasca bencana banjir bandang Kamis dan Jumat, (27-28/11/2025), banyak kawasan di Tanjung Raya yang terdampak banjir bandang, tanah longsor dan banjir, yang tidak hanya merusak pemukiman, areal pertanian, dan berbagai sarana milik warga, tapi juga jaringan distribusi air bersih.
“Saat ini, masih dalam proses, di Tanjung Raya ditargetkan 10 sumur bor, 3 titik sudah terealisasi dan bisa dimanfaatkan warga termasuk di Makopolsek Tanjung Raya, “sebut AKP.Muzakar.
Disebutkan, selain penanganan lapangan, terutama proses pembersihan material di kawasan terdampak banjir bandang yang saat ini terus dikebut, TNI-Polri bersama para relawan yang terus memberi dukungan penanganan di lapangan, akan segera merampung pembuatan sumur bor,”itu kebutuhan mendesak dan menjadi prioritas, “ ulasnya.
Hal senada dikatakan Al Hafidz, Camat Tanjung Raya yang menyebut, selain upaya penanganan dampak yang saat ini masih terus dikejar oleh seluruh unsur terkait, masalah ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak saat ini, apalagi setelah dua bulan pasca terjadinya musibah yang menyebabkan banyak sarana yang rusak, termasuk jaringan distribusi air bersih di berbagai wilayah.
“Kami berharap, sumur bor yang direncanakan bisa segera rampung di berbagai titik, “jelas Al Hafidz.
(HARMEN)
