Kaba Terkini

Ide Bupati Indra Catri Diapresiasi, Rumah Isolasi Berbasis Nagari Disiapkan

Lubukbasung, kaba12.com — Ide Bupati Agam Dr.Indra Catri membangun “rumah isolasi berbasis nagari” mendapat apresiasi banyak pihak. Kondisi itu dinilai pas menyikapi perkembangan kondisi dampak lonjakan kasus positif covid-19 di kabupaten Agam yang menyebar di berbagai nagari.

Potensi penyebaran kasus positif covid-19 membutuhkan dukungan sarana yang memadai, terutama untuk tempat isolasi, sementara di kabupaten Agam saat ini, baru 2 kompleks isolasi yang disiapkan, masing-masing di kompleks isolasi RSUD Lubukbasung yang menampung pasien 27 orang dan kompleks isolasi BLK Pemkab.Agam di Sungai Jariang, yang hanya bisa menampung 22 pasien isolasi covid-19.

Sementara saat ini, tercatat sebanyak 192 warga terkonfirmasi positif covid-19, masing-masing menjalani perawatana di rumah sakit sebanyak 39 orang, karatina rumah sakit 26 orang dan isolasi mandiri di rumah masing-masing sebanyak 127 orang.

Selain sebagai antisipasi ketersediaan tempat isolasi di seluruh wilayah kabupaten Agam, bahkan jika dihitung, dari total 82 nagari induk, jika bisa disiapkan rumah untuk mengisolasi 10 orang saja, sudah bisa disiapkan tempat isolasi 820 orang di masing-masing nagari.

Tidak hanya itu, semangat membangun rumah isolasi berbasis nagari, tidak hanya untuk menjawab ketersediaan sarana isolasi bagi warga nagari yang terpapar covid-19 semata, tapi berdampak positif terhadap upaya membangun kepedulian dan bentuk tanggungjawab bersama masyarakat nagari terhadap sebaran pandemic covid-19 di kabupaten Agam.
Beberapa tokoh masyarakat kabupaten Agam yang dimintai tanggapannya Kamis kemarin mengaku langkah yang dilakukan Bupati Agam bersama GTP2 Covid-19 Agam dinilai tepat, apalagi saat ini, dampak lonjakan kasus covid-19 sudah semakin menakutkan.

Seperti disebutkan Agusmaidi Sidi Bandaharo, sekretaris KAN Tiku V Jorong J.St.Caniago, M.St.Marajo, tokoh masyarakat Ampek Nagari, Gusman St.Palimo, tokoh masyarakat Lubukbasung dan Buya Rahman, tokoh masyarakat Tiku Utara, yang merespon positif langkah-langkah cepat dan antisipasi yang dilakukan Pemkab.Agam dan gugus tugas.

“ Kami apresiasi langkah cepat itu, mudah-mudahan kasus covid-19 di Agam bisa ditekan, dan kepedulian bersama masyarakat terus terbangun dalam mengantisipasi dampak covid-19 saat ini, “ sebut Buya Rahman.

Disebutkan, selain instruksi penghentian dan penundaan kegiatan hajatan dan kegiatan keramaian, mengurangi keramaian di pasar, dengan meniadakan hari balai dan mengaktifkan pasar harian serta berbagai langkah lain, diyakini bisa menjadi solusi antisipatif yang mestinya juga direspon positif masyarakat sebagai langkah bersama dalam meredam lonjakan kasus covid-19 di kabupaten Agam.

“ Masyarakat harus dukung pemerintah dalam menghadapi pandemic covid-19, taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan adalah kunci, “ tegas Agusmaidi Sidi Bandaharo.

Bahkan, terkait pembangunan rumah isolasi berbasis nagari di seluruh nagari di kabupaten Agam itu, diharapkan bisa segera menjalar di seluruh nagari di kabupaten Agam, karena hal itu penting sebagai bagian dari kesiapan seluruh nagari dalam menghadapi lonjakan kasus covid-19 yang semakin tinggi beberapa waktu belakangan.

HARMEN

0Shares
To Top