IASMA 1 Landbouw Bukittinggi Bantu 300 APD Untuk Puskesmas di Agam

Lubukbasung, kaba12.com — Ikatan alumni SMAN 1 Landbouw bantu 300 Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis di rumah sakit dan puskesmas di kabupaten Agam.

Penyerahan bantuan 300 APD dari IASMA SMAN 1 Landbouw dilakukan oleh dr.David, koordinator kesehatan tim peduli kesehatan IASMA SMAN 1 Landbouw Bukittinggi kepada bupati Agam Dr.H.Indra Catri didampingi ketua tim GTP2 Covid19 Agam M.Dt.Maruhun, Asisten I Sekab.Agam, Rahman, Asisten II Sekab. Agam Yosefriawan, Kadinas PMN Agam Teddy Martha dan unsur lain di kediaman bupati Agam, Padang Baru, Lubukbasung, Jumat,(10/4).

Mengutip laman amc.news.com, penyerahan bantuan APD secara simbolis dilakukan kepada Ketua GTP2 Covid-19 disaksikan Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri selaku penasehat IASMA 1 Landbouw Bukittinggi.

Bahkan dalam moment penyerahan itu, bupati Agam ikut uji coba pemasangan APD tersebut disaksikan para anggota tim IASMA SMAN 1 Landbuow Bukittinggi.

Menurut Koordinator Kesehatan Tim Peduli Kemanusiaan IASMA 1 Landbouw Bukittinggi, dr. David, bantuan dari alumni lintas angkatan ini sebanyak 300 APD diberikan untuk tenaga medis yang ada di seluruh Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Agam, yang penyalurannya sudah diawali dibeberapa puskesmas sejak Kamis (9/4) kemarin.

Disebutkan, bantuan ini baru bisa disalurkan, karena pihaknya terlebih dahulu memprioritaskan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 seperti RS Ahmad Muchtar Bukittinggi dan RSUP M. Djamil Padang. Selain Agam, pihaknya juga merencanakan menyalurkan APD ke kabupaten dan kota lain di Sumbar.

Khusus APD yang diserahkan, sebut dr.David, bisa dipakai lima kali,” setelah dipakai dicuci dan semprot disinfektan, lalu dijemur dan bisa digunakan kembali,” terangnya.

Sementara Bupati Agam, Indra Catri, yang mencoba memakai APD itu, mengakui baru sebentar memakai APD, sudah merasa tidak nyaman. Apalagi petugas medis yang berjam-jam mengenakannya,” tidak terbayangkan betapa tidak nyamannya mereka rasakan ,” sebutnya.

Secara khusus, bupati Agam itu meminta seluruh elemen yang ada dalam masyarakat jangan hanya ” ngomel- ngomel” pada petugas medis.

” Mereka pahlawan kemanusiaan, tugas yang mereka jalani sangat berat. Apalagi menghadapi pandemi covid-19, kita semua harus menghargai hal itu. Betapa beratnya beban tugas yang harus mereka tunaikan. Sudah seharusnya kita menghormati dan melindungi mereka sebagai pahlawan kemanusiaan,” ujar Indra Catri berharap.

Ditambahkan, untuk mendukung dan melindungi petugas medis dalam bekerja, seluruh Puskesmas di Agam mendapatkan bantuan APD dari IASMA 1 Landbouw Bukittinggi, yang sebelumnya juga untuk RSUD Lubukbasung.

Indra Catri mengaku, puskesmas masih kekurangan APD, karena sulitnya mendapatkan barang itu. Tidak hanya di Sumbar atau Indonesia, tetapi di seluruh negara di dunia,” kami sangat bersyukur mendapatkan bantuan APD dari IASMA SMAN 1 Landbouw Bukittinggi ,” sebutnya lagi.

HARMEN

0Shares