HPSN 2018, Walikota : Bukittinggi Wajib Bersih

Bukittinggi, KABA12.com — Ratusan pelajar SD dan anggota dasawisma se kota Bukittinggi mengikuti peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018, sekaligus pencanangan bulan bhakti dasawisma 2018. Kegiatan ini yang dihadiri Walikota, Wakil Walikota, unsur Forkopimda, seluruh kepala OPD dan undangan lainnya, dilaksanakan di Taman Pedestrian Jam Gadang, Jumat (09/03).

Peringatan dua kegiatan ini sinergi dengan program pemerintah pusat untuk mewujudkan Indonesia bersih 2020. Diawali di tahun 2018, dengan program tiga bulan bersihkan sampah di seluruh tempat.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyampaikan, Bukittinggi sebagai kota wisata, wajib bersih. Semua pihak harus terlibat untuk dapat menjaga kebersihan kota. Sehingga dampak dari kebersihan kota itu, dapat dirasakan oleh seluruh warga.

“Banyak kegiatan yang telah dilakukan pemerintah dalam menjaga kebersihan. Itu dilakukan rutin setiap minggu yang dimulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga tingkaat kota. Seperti yang baru-baru ini kita lakukan dengan membersihkan aliran Batang Agam, agar tidak terjadi penumpukan sampah dan mengurangi sedimen,” ungkapnya.

Sementara, terkait bulan bakti dasawisma 2018, Walikota menyampaikan, kelompok dasawisma memiliki peran penting, untuk mensosialisasikan program pemerintah kepada masyarakat. Salah satunya, bagaimana menjaga kebersihan lingkungan, cara memilah dan memanfaatkan sampah menjadi nilai ekonomis.

“Setiap hari Bukittinggi menghasilkan sampah hampir 100 ton, 60 ton diantaranya merupakan sampah keluarga. Untuk itu, melalui kelompok dasawisma dapat disosialisasikan bahwa sampa dapat diolah menjadi barang yang bernilai ekonomis. Selain itu, dengan mengumpulkan sampah kemudian ditukarkan menjadi rupiah di bank sampah Mutiara Indah, kelurahan ATTS, Guguak Panjang,” ujar Ramlan.

Dalam puncak peringatan HPSN 2018 Bukittinggi dan bulan bakti dasawisma 2018 ini, juga dikukuhan sejumlah pelajar sebagai duta lingkungan sekolah oleh Walikota Bukittinggi. Selain itu juga dilakukan peragaan oleh beberapa sekolah terkait pengolahan sampah, memilah dan penjenisan sampah, serta cara menabung pada bank sampah. Ditutup dengan goro besama oleh seluruh peserta di seputaran Jam Gadang dan Pasa Ateh.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu poin bagi Bukittinggi dalam penilaian adipura yang tengah dilakukan oleh tim penilai. Termasuk penilaian adiwiyata sendiri, dimana kesadaran untuk peduli lingkungan sekolah, dapat dilihat dari berbagai inovasi yang dilakukan oleh pihak sekolah bersama pelajarnya.

(Ophik)

0Shares