Kaba Terkini

Hingga Minggu Siang, Marapi 13 Kali Erupsi, Tim Gabungan Instruksikan Pendaki Turun

Teks/foto : Harmen/ BPBD Agam-PVBMG

Lubukbasung, kaba12.com — Hingga Minggu, (8/1) siang pukul 12.00 WIB, tercatat terjadi 13 kali erupsi dari kawah Gunung Marapi, yang menyemburkan kolom abu setinggi 150-200 meter. Kondisi ini masih terus diwaspadai dengan status Waspada Level II.

Pihak PVBMG sendiri sudah mengeluarkan peringatan untuk pengosongan kawasan sekitar gunung Marapi dengan radius 3 km, karena awan abu yang ditengarai berbahaya bagi masyarakat, termasuk para pendaki yang diinformasi sejak Sabtu sudah ada yang sampai ke puncak gunung api tersebut.

Bahkan, sejak Sabtu kemarin, tim gabungan sudah bergerak ke puncak Gunung Marapi untuk menginstruksikan para pendaki yang terdata sebanyak 47 orang untuk segera turun, dan mayoritas sudah mentaati instruksi tersebut, walau sebagian masih bertahan di radius berbahaya tersebut.

Sementara, informasi yang diperoleh kaba12.com tim gabungan dari SAR, BKSDA Sumbar, PVMBG, TWA, BPBD bersama kelompok siaga bencana (KSB) sejak Minggu pagi, sudah kembali bergerak ke puncak Gunung Marapi, terutama di kawasan cadas Marapi, untuk memantau perkembangan kondisi khususnya untuk memastikan warga dan para pendaki untuk mengosongkan kawasan di radius berbahaya pasca erupsi yang terjadi sejak Sabtu pagi kemarin.


Erupsi Gunung Marapi, hingga Minggu siang sudah 13 kali. Gambar sebagian pendaki yang diminta segera turun oleh tim gabungan karena dampak erupsi sangat berbahaya.

Hingga saat ini, tim gabungan kebencanaan diinstruksikan untuk tetap siaga dan mewaspadai berbagai kemungkinan, termasuk mengamankan warga dari potensi merugikan pasca erupsi Gunung Marapi tersebut.

Kondisi itu dibenarkan Bambang Warsito, kepala BPBD Agam yang intens memantau perkembangan kondisi Gunung Marapi dan rutin berkoordinasi dengan tim PVMBG, KWA BKSDA, KSB dan unsur lain sejak Sabtu kemarin pasca erupsi.

“ Kita sudah menyiapkan personil pendukung bersama KSB, jika berbagai kemungkinan terjadi, kita sudah koordinasikan dengan SAR, BKSDA, PVMBG, terkait dukungan penanganan dampak erupsi di wilayah kabupaten Agam, khususnya di kecamatan Canduang, Sungai Pua dan kawasan lainnya, “ sebut Bambang Warsito.

Disebutkan, saat ini tim gabungan masih memantau perkembangan dan pergerakan kegiatan warga terutama para pendaki yang masih berada di kawasan cada Gunung Marapi, “ kami berharap, himbauan untuk segera turun, ditaati karena beresiko tinggi, “ ulas kepala BPBD Agam itu lagi.

HARMEN

To Top