Heboh Ternak Mati Terdampak Limbah, Distan Agam Periksa Sampel Air Limbah

Lubukbasung, kaba12.com — Heboh ternak warga atas nama Tando, yang mati karena diduga terdampak limbah tambak udang di Jorong Banda Gadang, Nagari Tiku Selatan, kecamatan Tanjung Mutiara mendapat perhatian luas banyak pihak.

Bahkan, Minggu kemarin, tim bidang peternakan Dinas Pertanian Agam sudah turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan lapangan hewan ternak yang mati tergeletak di areal kebun tersebut.

Namun, hingga Senin, (21/2), tim Distan Agam itu belum bisa menyimpulkan penyebab matinya kerbau milik warga tersebut, pasalnya sampel yang dibutuhkan dari daging ternak yang mati tidak bisa diambil, karena kondisi bangkai kerbau itu sudah membusuk.

Sementara, untuk kebutuhan pemeriksaan, tim peternakan Distan Agam itu, tengah menelusuri sampel air di tempat hewan ternak itu terdampak racun yang diduga berasal dari pembuangan limbah tambak udang di kawasan itu.

Hal itu dijelaskan Ir.Arief Restu, Msi, Kadinas Pertanian Agam menjawab kaba12.com, Senin, (21/2) malam, menyusul pemberitaan di beberapa media terkait dengan matinya ternak warga yang ditengarai akibat meminum air yang tercemar limbah di kawasan tersebut.

Disebutkan Arief Restu, sesuai laporan personilnya, ternak itu mati Minggu,(20/2) sore sekitar pukul 17.30 WIB, dimana petugas peternakan di Tanjung Mutiara baru mendapat laporan sekitar pukul 21.00 WIB.

Setelah dicek ke lapangan, tim peternakan Distan Agam itu, tidak bisa mengambil sampel kerbau yang mati itu, tidak bisa karena sudah berbau busuk, “ namun, tim di lapangan dibantu pemilik ternak sudah mengambil sampel air limbah yang diduga terminum oleh kerbau milik warga tersebut, “ sebut Arief Restu.

Ditambahkan Arief Restu, jika sampel air yang terdampak limbah itu diperoleh, akan diperiksa di labor, “ kalau memang sampel air limbahnya sudah diambil, hasilnya akan bisa kita lihat nanti, “ jelasnya.

Informasi yang diperoleh kaba12.com, warga Tanjung Mutiara yang heboh menyusul adanya kerbau peliharaan warga yang tergeletak mati di areal perkebunan, karena meminum air yang diduga tercemar limbah pembuangan tambak udang yang banyak berada di kawasan itu.

HARMEN

0Shares