Hadapi Pandemi Covid19, Agam Reaktif dan Pro-aktif

Ini pernyataan kepala daerah pertama di Indonesia yang membuat public berdecak kagum. Pasalnya, ditengah banyak daerah yang kesulitan mencari solusi untuk mengatasi dampak ekonomi percepatan penanganan penyebaran covid19 di daerah masing-masing.

Namun berbeda dengan H.Indra Catri, bupati Agam yang secara nasional dikenal sebagai kepala daerah yang punya daya deteksi dan perhitungan serta strategi matang dalam menghadapi kondisi-kondisi rumit seperti saat ini.

Bahkan, kabupaten Agam di Indonesia dikenal reaktif dan paling aktif dalam mempersiapkan berbagai strategi menghadapi masa tanggap darurat covid19, baik dalam penyediaan dana pendukung bagi warga terdampak, penyaluran bantuan bahan pokok, penyediaan alat pelindung diri, menggelar sosialisasi, membentuk nagari basis perlawanan terhadap covid19 serta langkah-langkah lain yang lebih awal dilakukan dibanding daerah lain.
“ Kita harus reaktif-pro aktif, yang dihadapi lawan tak berwujud yang tak jelas kapan bisa teratasi,” tegas Indra Catri.

Bahkan ditegaskan, pihaknya sejak bulan Februari sudah melakukan berbagai kajian dengan menganalisa perkembangan di berbagai daerah di Indonesia termasuk berbagai negara di dunia yang sedang menangani dampak covid19.

“ Belajar dari hal itu, kita siapkan beberapa program, yang diarahkan sebagai strategi antisipasi yang dilakukan di kabupaten Agam, dari seluruh aspek, “sebut Indra Catri.

Bahkan, berbagai strategi itu sudah dijalankan Pemkab.Agam, melalui GTP2 Covid19 Agam, strategi antisipasi di lapangan, sosialisasi, penerapan, evaluasi serta agenda khusus, yang secara bertahap sudah dilakukan, termasuk distribusi bantuan bahan pokok pada masyarakat terdampak.

Terkait penanganan dampak penanganan penyebaran covid19 itu, diakui Indra Catri butuh dana yang luar biasa, sehingga pihaknya sesuai instruksi pemerintah mulai lakukan realokasi anggaran yang disepakati bersama DPRD Agam, memproteksikan persiapan dukungan operasional penanganan termasuk proteksi ekonomi.

“ Saat ini, tinggal keterpaduan dan dukungan masyarakat, karena kunci keberhasilan memutus rantai penyebaran covid19 adalah ketaatan dan disiplin masyarakat dalam mentaati berbagai instruksi pemerintah,”tegas Indra Catri.(*)

Indra Catri Takkan Potong Gaji ASN & Guru

Bupati Agam Dr.H.Indra Catri tegaskan tidak akan memotong gaji para ASN dan guru-guru di jajaran pemerintah kabupaten Agam dalam penanganan dampak penyebaran covid19.

Walau diakui, saat ini tim Pemkab.Agam harus bekerja ekstra maksimal, mencarikan solusi pembiayaan dalam memenuhi berbagai kebutuhan upaya percepatan penanganan penyebaran virus corona di kabupaten Agam, baik langkah antisipasi, penyediaan sarana medis yang memadai, termasuk penyediaan dukungan pangan untuk masyarakat yang terdampak.

Hal itu ditegaskan bupati Agam Dr.H.Indra Catri terkait munculnya kebijakan di beberapa daerah di Indonesia yang akan memotong gaji dan tunjangan para ASN termasuk guru-guru untuk memenuhi kebutuhan biaya percepatan penanganan covid19.

Ditegaskan Indra Catri, menghadapi virus corona, di Agam tidak perlu pemotongan gaji pegawai dan guru-guru, “ kita jangan latah meniru kebijakan di daerah lain. “ Lain padang lain belalang”, lain dearah lain persoalan dan penanganannya, “ tegas Indra Catri.

Ditambahkan Bupati Indra Catri, dalam kondisi sulit seperti saat ini, bisa saja pegawai di kabupaten Agam memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan membiayai sekolah anak-anaknya, pihaknya sudah sangat bersyukur.

“ Passion Rang Agam ini, adalah menyekolahkan anak- kamanakannya setinggi mungkin, dan saya tahu tidak sedikit dari pegawai dan guru-guru di Agam yang saat ini terbebani untuk membiayai anak- kamanakan yang sedang sekolah diluar daerah dan bahkan “terperangkap” tidak bisa pulang, “ ulas Indra Catri.(*)

ASN Agam Mesti Jadi Teladan “Arahkan Warga Lawan Covid19”

Bupati Agam Dr.H.Indra Catri ingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) kabupaten Agam mesti jadi teladan dalam masyarakat ditengah berbagai persoalan yang terjadi saat ini.

Termasuk dalam kondisi darurat pandemic covid19 saat ini, para ASN wajib sebagai motor terdepan dalam menjabarkan berbagai sosialisasi dan instruksi pemerintah untuk mendorong masyarakat berperan menerapkan berbagai kebijakan penyelamatan dari paparan virus corona karena kunci memutus rantai penyebaran covid19 adalah peran dan dukungan semua elemen masyarakat.

Bahkan, secara khusus Indra Catri menegaskan, setiap pegawai memiliki tanggung jawab sosial di lingkungan masing-masing sebagai tempat “basalang-tenggang” bagi tetangga dan kaum kerabatnya.

Sebagian besar pegawai dan guru-guru di Kabupaten Agam sampai saat ini tetap menjadi panutan bahkan pemimpin ditengah masyarakatnya, menjadi pengulu, pengurus masjid, ketua kelompok arisan, ketua majelis taklim, menjadi tokoh masyarakat, tampaik baiyo jo basalang tenggang, “ karena beban sosial mereka sudah cukup besar itu, maka tidak perlu ditambah lagi dalam kondisi sulit saat ini, “ ulas Indra Catri.

Karena segala kelebihan dan posisi yang dimiliki itu, ulas Indra Catri seluruh ASN dan guru-guru sangat diharapkan berperan dalam upaya mensosialisasikan berbagai instruksi dan kebijakan pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran covid19, menganjurkan masyarakat untuk berdiam diri di rumah, dengan social-physical distancing, menjelaskan pada masyarakat tentang himbauan untuk shalat di rumah saja, tidak berjamaah di masjid, tidak ke pasar, gunakan media komunikasi yang ada, serta rajin cuci tangan dengan sabun sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan.

“ Dukungan para ASN dan guru-guru, masyarakat akan semakin yakin dengan langkah yang akan dilakukan,”ulas Indra Catri.-(*)

Indra Catri Minta ASN Maksimalkan Kepedulian

Bupati Agam Dr.H.Indra Catri minta seluruh ASN dan guru-guru di Pemkab.Agam maksimalkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar lokasi bermukim untuk membantu dampak penanganan penyebaran covid19.

Peran dan kepedulian harus lebih ditingkatkan, mengingat dampak penyebaran covid19 jelas akan berimbas terhadap kegiatan ekonomi, karena banyak lapangan kerja yang terdampak akibat percepatan penanganan penyebaran virus corona, apalagi dalam waktu dekat, bulan suci Ramadhan serta kegiatan anak-anak bersekolah, yang membutuhkan biaya .

Menyikapi hal itu, bupati Indra Catri berharap para ASN dan guru-guru di kabupaten Agam, agar zakat yang rutin dibayarkan dilanjutkan. Bagi yang lebih “berkeadaan” dianjurkan agar lebih memperbanyak bersedekah.

“ Tingkatkan kepedulian siosial dan pastikan agar tidak ada tetangga yang tidak makan dan tolong pastikan juga agar tidak ada orang tua, saudara, anak kamanakan sendiri yang terlantar dalam kondisi sulit saat ini,” harap Indra Catri lagi.

Bupati Agam itu berharap, dalam kondisi serba sulit saat ini, masyarakat lebih mempertajam kepedulian dan sentuhan sosial untuk masyrakat di lingkungan masing-masing yang kondisinya tidak beruntung.

“ Saat ini, banyak masyarakat terdampak yang membutuhkan perhatian dan dukungan, kepedulian sosial yang sudah terbangun sejak lama dengan tagline Agam peduli, kini saatnya harus diperlihatkan dengan nyata,” himbau. HARMEN

Kebijakan Bupati Dipujikan Banyak Pihak

Kebijakan bupati Agam yang tidak akan memotong gaji dan tunjangan para ASN dan guru-guru di kabupaten Agam mendapat apresiasi dan dipujikan banyak pihak saat ini.

Ditengah kesulitan keuangan daerah dalam menghadapi penanganan dampak penyebaran covid19, bupati Indracatri justru tidak menjadikan pemotongan gaji ASN-guru dan lainnya di kabupaten Agam sebagai alternative menutupi sumber pembiayaan tanggap darurat covid19.

Beberapa ASN dan guru-guru di kabupaten Agam mengaku, langkah upaya “penyelamatan” bersama, tidak hanya keluarga para ASN, tapi juga masyarakat di sekitar tempat tinggal para ASN dan guru-guru tersebut,karena menjadi bagian dari aktivitas ekonomi di lingkungannya.

“ Kami sependapat dengan pak bupati dan faktanya memang seperti itu. Alhamdulillah, walau dalam pandemic dan situasi darurat dengan masa yang cukup panjang, pemotong gaji dan tunjangan ASN tidak menjadi alternative untuk menutupi biaya operasional penanganan covid19 saat ini,” ungkap Rahman Bagindo,S,Sos dan Syamsuarman, ASN Pemkab Agam di Lubukbasung.

HARMEN

0Shares