Gunung Marapi Kembali Erupsi, Gumpalan Awan Hitam Membubung, BIM Ditutup

Sungaipua, kaba12 — Gunung Api Marapi kembali memperlihatkan aktivitasnya yang menakutkan masyarakat.

Pasca letusan besar 3 Desember lalu yang menyemburkan beragam material mulai asap dan debu vulkanik yang menyebar ke barbagai daerah di Sumbar, bahkan menyebabkan 24 meninggal akibat terjebak erupsi, Jumat, (22/12) sore, kembali memperlihatkan aktivitasnya yang membuat ngeri warga.

Bahkan, akibat erupsi terlihat semburan asap membumbung tinggi disertai bumi gemuruh, yang kabut asapnya menyebar ke berbagai daerah di Sumbar, bahkan otoritas Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menutup operasional bandara hingga pukul 22.00 WIB nanti.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12, dampak erupsi cukup besar yang terjadi Jumat sore tadi, membuat warga yang bermukim di sepanjang pinggang dan kaki Gunung Marapi bersiaga.

Sesuai larangan BVMBG dan BKSDA kawasan Gunung Marapi dinyatakan ditutup untuk aktivitas pendakian dan wisata, termasuk 3 gunung berapi lainnya di Sumbar dengan status Waspada Level II, yang ditindaklanjuti oleh seluruh elemen yang ada di Kabupaten Agam.

Menurut Bambang Warsito, kepala BPBD Agam, menyikapi perkembangan terkini aktivitas Gunung Marapi, pihaknya sudah meminta dukungan masyarakat yang bermukim di sepanjang kawasan Gunung Marapi untuk bersiaga dan meminta personil KSB, pemuka masyarakat dan pemerintah nagari untuk memantau perkembangan kondisi sekaligus mengingatkan warga.

” Kita memaksimalkan koordinasi dengan berbagai unsur untuk meningkatkan kewaspadaan, ” sebut Bambang Warsito.

Selain peran aktif masyarakat, pihaknya juga sudah memasang baliho himbauan di berbagai sudut wilayah untuk mewaspadai potensi dampak erupsi Gunung Marapi.

” Mudah-mudahan tidak ada hal yang luar biasa yang berpotensi merugikan masyarakat. Namun, kami sudah menyiagakan personil mengantisipasi potensi yang kemungkinan terjadi, “sebut Bambang Warsito.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12, aktivitas Gunung Marapi hingga Jumat malam masih terlihat menyemburkan debu yang terlihat di puncak yang terlihat dari berbagai wilayah.

(HARMEN)

0Shares