Lubukbasung, kaba12.com — Upaya mendorong munculnya berbagai potensi seni budaya tradisi Minangkabau di kabupaten Agam melalui event gappsi parade seni budaya (GPSB) Agam 2018 yang dipusatkan di kompleks terminal pasar inpres Padang Baru, Lubukbasung mulai membuahkan hasil.
Animo masyarakat untuk tampil dan menyaksikan berbagai group kesenian tradisi sangat tinggi, dibutkikan acara yang digelar setiap Rabu malam, menjadi objek rutin tontonan menarik warga dari berbagai wilayah di Lubukbasung, sehingga areal yang dicadangkan untuk acara penuh sesak.
Dijadualkan Rabu,(2/5) menjadi malam penutup untuk jeda selama bulan suci Ramadhan, dan GPSB Agam 2018, akan dilanjutkan usai lebaran mendatang, sampai malam puncak, 18 Juli 2018 dengan menyuguhkan sajian khusus dalam rangkaian peringatan ulang tahun perak (25 tahun ) ibukota kabupaten Agam di Lubukbasung.
Disepakatinya, jeda selama bulan puasa itu dibenarkan ketua gappis Rino Syamna Putra, ketua bidang acara Handri Buana dan ketua bidang seni tradisi Aciak Sarbaini kepada kaba12.com.
Disebutkan, sesuai keputusan awal, panitia sengaja off selama bulan suci Ramadhan, dan akan melanjutkan kegiatan GPSB Agam 2018 usai lebaran sampai bulan Juli 2018.
Sepanjang jeda bulan puasa, panitia tengah membahas rencana pagelara khusus “ngabuburit” menjelang berbuka puasa dengan syukuran hiburan yang berbeda untuk masyarakat, untuk meramaikan pasa pabukoan di kompleks terminal pasar inpres Padang Baru, Lubukbasung, “ kita masih membahas hal itu, kita akan dukung, jika Pemkab Agam menetapkan pasar inpres sebagai lokasi pasa pabukoan, kita dukung dengan sajian hiburan rakyat menjelang berbuka puasa,” sebut Rino Syamna Putra.
Dari evaluasi jelang jeda puasa, group seni tradisi yang sudah tampil dalam GPSB Agam 2018 sampai pekan ke 7, Rabu pekan lalu, sudah tercatat 42 tim yang tampil dari 6 kategori yang disiapkan panitia, yang kini saling berpacu mendapatkan dukungan like di instagram gappis-kaba12.com.
(Harmen)
