“Germalis” , Matur Gelar Lomba Penulisan Essai Remaja

Matua, KABA12.com — Menindaklanjuti Gemar Menulis (Germalis) yang telah dicanangkan Bupati Agam, Sabtu (05/05) lalu, pemerintah kecamatan Matur pun berinisiatif membuat lomba menulis essai dengan tema “momentum Ramadhan dalam membangun nagari”.

Camat Matur Tommy TRD pada KABA12.com, Senin (14/05) menyampaikan perlombaan tersebut ditujukan bagi siswa siswi SMP dan SMA sederajat serta usia remaja 13-17 tahun yang berada di Kabupaten Agam. Ia berharap perlombaan ini nantinya mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan hobbinya dalam menulis.
“Lomba ini diadakan menindaklanjuti program Germalis yang dicanangkan bupati beberapa hari lalu, sebagai wadah bagai genarasi muda menyalurkan bakat menulisnya. Sekaligus dalam rangka menyambut Ramadhan 1439 Hijriyah,” ujarnya.

Tommy menjelaskan, untuk syarat penulisan essai diketik dengan ukuran font Arial 12, spasi 1,5 dengan jumlah tulisan maksimal 500 kata.
Essai dapat diserahkan kepada tim penilai di kantor camat Matur dalam bentuk hard copy dan soft copy, namun bagi peserta dari luar Kecamatan Matur dapat mengirimkan tulisan melalui email: kecamatan.matur@yahoo.com.

“Karya yang diperlombakan harus orsinil dan tidak mengandung unsur SARA. Tulisan kami terima mulai hari ini sampai dengan tanggal 1 Juni 2018. Sementara untuk pemenangnya akan diumumkan Kamis 7 Juni 2018,” terangnya.

Camat Matur menyampaikan, bagi para pemenang nantinya pihak panitia telah menyiapkan hadiah untuk Juara I sebesar Rp. 250.000,- dan plus tulisan dimuat di beberapa portal online. Juara II hadiah sebesar Rp. 150.000,- dan Juara III Rp. 100.000,-.

“Hadiahnya memang tidak terlalu besar, karena ini murni swadaya kami di kantor Camat Matur dan di-kabupaten Agam, kami kecamatan pertama yang menggelar lomba ini,” ungkap Tommy.

Sebelumnya, Bupati Agam, Indra Catri saat mencanangkan Germalis, di GOR Rang Agam Lubukbasung, Sabtu (05/05) mengatakan gerakan ini salah satu solusi bersama untuk meningkatkan minat baca anak, sekolah dan masyarakat dalam menciptakan kondisi yang menyenangkan dan mendukung kebiasaan membaca. Terkait dicanangkannya Germalis, kegiatan membaca juga berbanding lurus dengan kemampuan menulis. Pasalnya, semakin banyak membaca, maka semakin luas wawasan dan pengetahuan, sehingga memiliki cukup referensi dan tak kehabisan ide untuk menulis.

“Di era millenium ini, bila guru dan siswa tidak bisa menulis, maka akan tertinggal dari yang lain karena tingkat persaingan begitu tinggi dalam dunia pendidikan,” jelas Bupati.

(Jaswit)

0Shares