Lubukbasung, kaba12.com — GAPPIS parade seni budaya Agam 2018 yang direncanakan digelar setiap hari Rabu mesti jadi ikon pelestarian seni budaya lokal bagi masyarakat.
Pasalnya ajang pertunjukan seni budaya itu bisa menjadi ajang kreasi dan penyaluran bakat seni yang dimiliki masyarakat yang selama ini butuh penyaluran.
Hal itu disebutkan Yosefriawan, kepala dinas perhubungan Agam yang mengapresiasi terobosan yang dilakukan pemuda yang tergabung dalam GAPPIS Lubukbasung.
Disebutkan Yosefriawan, terobosan GAPPIS bersama praktisi seni budaya itu, patut diapresiasi dan didukung bersama karena sangat positif, tidak hanya menyuguhkan hiburan untuk masyarakat tapi juga berkomitmen untuk melestarikan seni budaya tradisi Minangkabau yang mesti jadi tanggungjawab bersama.
Kadishub Agam itu berharap kegiatan yang dipusatkan di terminal depan kompleks Pasar Inpres Padang Baru, Lubukbasung itu berjalan konsisten dan melibatkan semua pihak sehingga target menghidupkan aktivitas dan mempromosikan potensi kesenian di kabupaten Agam bisa terealisasi.
Yosefriawan yang dikenal hobi berkesenian itu, juga mengharapkan dalam moment GAPPIS parade seni tradisi Agam 2018 bisa berkreasi dengan menghadirkan jenis kesenian lain dan secara konsisten melakukan evaluasi terhadap setiap rangkaian kegiatan yang dilakukan.
Kadishub Agam itu meyakinkan pihaknya memberi dukungan penuh terhadap kegiatan pemuda tersebut, karena hal itu untuk mendorong kemajuan daerah dan mempromosikan potensi yang dimiliki Lubukbasung itu.
(Harmen)
