Lubukbasung,kaba12 — Sidang paripurna DPRD Agam Senin, (2/2/2026) tiba-tiba menggelegar menyusul protes keras Epi Suardi, anggota DPRD Agam dari fraksi Partai Hanura ( gabungan ), yang mengaku kecolongan menyusul baru diketahui adanya pembelian kendaraan dinas baru untuk Bupati dan Wakil Bupati Agam.
Yang membuat prihatin, pembelian kendaraan dinas baru itu, justru disaat Kabupaten Agam dilanda bencana, disaat warga dirundung duka akibat dampak bencana hidrometeorologi yang menghantam 13 kecamatan, 6 kecamatan diantaranya terdampak sangat parah.
Karena kondisi itu membuat Epi Suardi bersama beberapa anggota DPRD Agam lainnya meradang, karena pembelian kendaraan dalam tahun anggaran 2025 itu, terkesan sembunyi-sembunyi, bahkan, kendaraan baru itu juga tidak diketahui public, karena tidak pernah digunakan, baik oleh Bupati maupun oleh Wakil Bupati Agam, entah disimpan dimana.
Epi Suardi, anggota DPRD Dapil I Agam asal Nagari Kampuang Pinang itu, mengaku sangat kecewa dan prihatin akan kebijakan pemerintah, yang menurutnya mengabaikan fakta bahwa Kabupaten Agam tengah dirundung duka, akibat bencana dahsyat yang meluluhlantakkan wilayah Kabupaten Agam, “saya sangat kecewa dan prihatin dengan hal itu. Hal itu saya nyatakan langsung dalam sidang paripurna yang dihadiri Sekda.Agam, “tegasnya.
Kepada kaba12, Senin, (2/2/2026), Epi Suardi dengan data tinggi menegaskan, pihaknya memprotes pembelian 2 kendaraan dinas baru untuk bupati dan wakil Bupati Agam tersebut,karena disaat Kabupaten Agam dirundung duka, pimpinan daerah justru wara-wiri dengan mobil baru, “bahkan, ditengah kondisi defisit, kok masih tega membeli mobil baru, padahal armada yang sudah ada, masih sangat layak, “tegasnya.
Yang lebih membuatnya kecewa, DPRD Agam yang merespon kondisi daerah karena defisit anggaran dan kondisi bencana, masih mentolerir tidak dilaksanakannya berbagai kegiatan yang masih dalam kategori prioritas 1(P1) di berbagai kecamatan, “tidak satupun kegiatan untuk masyarakat yang jalan,sementara bupati-wakil bupati justru beli mobil baru, “katanya merada.
Terkait dengan pembelian 2 unit kendaraan dinas baru yang disebut-sebut untuk Bupati-Wakil Bupati Agam itu, Epi Suardi mengaku baru mengetahuinya, “kami baru mengetahuinya, dan menarik Ketua DPRD Agam yang juga mendapat kendaraan baru, justru dipulangkan pada pemerintah, “ulasnya.
Ditegaskan, pihaknya akan mempertanyakan hal itu secara khusus pada pemerintah, termasuk adanya pembelian 2 unit kendaraan baru, yang disebut-sebut juga akan dibeli menggunakan dana APBD 2026, “kita sangat kecewa, mestinya, kondisi daerah yang terdampak bencana, minimnya dana daerah dampak efisiensi mesti menjadi kajian serius dari Pemkab.Agam, “tegasnya.
Sementara upaya konfirmasi kaba12 pada unsur terkait di Pemkab.Agam, terkait kebenaran pembelian 2 unit kendaraan dinas baru untuk bupati dan wakil bupati Agam itu, masih belum diperoleh, termasuk konfirmasi kaba12 dengan Sekab.Agam Dr.M.Lutfie yang belum direspon.
(HARMEN)
