Dua Korban Longsor Dikebumikan, Jalan Terban Picu Longsor di Sungai Landia

Sungai Landia, kaba12 — Dua korban meninggal terdampak longsor yang menimpa kompleks WC mesjid Nurul Ikhlas Gantiang Pasar Sungai Landia, Jorong Ateh Baruah, Nagari Sungai Landia, kecamatan IV Koto Sabtu, (25/3) menjelang siang sudah dikebumikan di pandan pakuburan keluarga di Sungai Landia.

Ratap tangis dan ungkapan duka berdatangan pada keluarga dua korban yang meninggal masing-masing Yanti, (45) yang ditemukan meninggal pasca tertimbun material bangunan yang runtuh dihantam longsor, sementara Darliana, (70) meninggal dunia setelah setempat dilarikan ke puskesmas IV Koto, tapi nyawanya tidak tertolong.

Sementara hingga siang kini, proses pembersihan material longsor yang menimbun kompleks WC mesjid dan jalur jalan di kawasan mesjid Nurul Ikhlas itu masih terus dilakukan yang dipimpin langsung Bambang Warsito, kepala BPBD Agam bersama unsur terkait lain di IV Koto.

Hasil investigasi yang dilakukan tim BPBD Agam, longsor yang menimbun WC mesjid Nurul Ikhlas itu berasal dari tebing diatas kompleks mesjid yang sudah labil dan tergerus air. Kawasan mesjid dan area perkampungan di Sungai Landia yang terkenal khas dan unik karena berada di bawah jalan ruas IV Koto-Matua, persis seperti cekungan yang berisi perumahan dan sarana lain.

Menurut Bambang Warsito, usai meninjau lokasi longsor akibat ambruknya tebing jalan ruas jalan propinsi Matur-Padang Lua yang menyebabkan 2 warga meninggal itu, menyebutkan, tebing jalan yang labil, sangat rentan terpicu longsor, apalagi jika curah hujan tinggi seperti Jumat hingga Sabtu dini hari.

“ Kita sudah amankan jalur jalan yang labil akibat longsor tersebut, dan sudah koordinasi dengan unsur terkait di Pemprov.Sumbar untuk segera mengantisipasi dampak lanjutan, termasuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan, karena jalur itu masih sangat labil, “ sebut Bambang Warsito.

Pantauan kaba12, jalur jalan propinsi yang mengitari kawasan perkampungan di Sungai Landia tersebut, bahkan terlihat di beberapa titik ruas jalan sudah terlihat terkelupas akibat longsoran tanah, yang justru sangat berbahaya pada warga yang beraktivitas di bawah jalur jalan tersebut.

“ Kita segera koordinasikan langkah-langkah pengamanan, untuk mengantisipasi terjadinya musibah serupa, mengingat di beberapa titik,terlihat tebing ruas jalan yang terkelupas akibat gerusan air, “ sebut Bambang Warsito lagi.

HARMEN

0Shares